Linikaltim.id. KUTAI KARTANEGARA. Empat desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, bersiap menyambut investasi besar dari Malaysia. Rencana kerja sama itu mencakup sektor perkebunan, industri, pariwisata, hingga perumahan dengan total lahan lebih dari 1.000 hektare.
Kepala Desa Loa Raya Martin membenarkan adanya penjajakan investasi tersebut. “Itu jelas investasi besar dari grup usaha Malaysia yang dikendalikan Dato Tan Sri, pemilik saham mayoritas perusahaan MKH,” ungkapnya.
Empat desa yang masuk dalam proyek tersebut meliputi Loa Raya, Loa Pari, Loa Ulung, dan Tanjung Batu. Masing-masing desa telah dibagi fungsi. Loa Raya untuk budidaya durian, singkong, dan pisang.
Loa Pari diarahkan menjadi kawasan agrowisata, Loa Ulung untuk hunian dan lahan tanam, sementara Tanjung Batu menjadi pusat industri dan pengolahan hasil pertanian.
Menurut Martin, lahan tetap menjadi milik warga, dengan skema kerja sama berbasis bagi hasil. Salah satu proyek kunci adalah pembangunan pabrik pengolahan di Tanjung Batu, yang akan memperkuat rantai pasok pertanian.
Hasil dari empat desa, bahkan desa sekitar, bisa ditampung di pabrik tersebut. Selain itu, perumahan dan kawasan industri akan dikembangkan secara bertahap. Dalam skema yang disepakati, masyarakat memperoleh 25 persen hasil usaha, sedangkan investor mendapat 75 persen.
“Itu langkah maju. Asalkan dikelola secara transparan dan profesional, masyarakat akan sangat diuntungkan,” tegas Martin.
Investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, membuka lapangan kerja baru, dan mengubah wajah empat desa tersebut menjadi kawasan ekonomi modern yang lebih berdaya saing. (adv/diskominfokukar)




