Linikaltim.id. SAMARINDA – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Novan Syahronny mengaku telah berdiskusi dengan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Membahas soal ditemukannya bocah 8 tahun di Perumahan Bengkuring, Samarinda yang melompat dari rumah dengan kondisi kaki diborgol pada Kamis (21/7/2025).
Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu menyebut, saat ini proses hukum masih ditangani pihak kepolisian.
“Kami berharap ada peningkatan pengawasan di tingkat lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang, baik di Samarinda maupun di daerah lain,” ujar Novan, diwawancari, kemarin.
Dia pun mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya deteksi dini terhadap potensi kekerasan dalam rumah tangga.
Dia juga mengapresiasi, cepat tanggap warga sekitar dalam kejadian itu. Ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar dan berani melapor.
Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang kekerasan terhadap anak. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami bentuk-bentuk kekerasan secara menyeluruh.
“Paling penting adalah edukasi. Masyarakat harus paham kategori kekerasan terhadap anak itu seperti apa? Peran lingkungan sangat krusial dalam hal ini agar tidak ada lagi anggapan bahwa kekerasan terhadap anak bisa dilakukan dengan mudah,” urainya.
Seperti heboh dikabarkan, bocah malang ditemukan warga setelah melompat dari jendela rumahnya. Warga yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan ke Ketua RT dan Bhabinkamtibmas setempat.
Pelaku berinisial HE (41) yang tak lain adalah ayah korban mengakui tindakan pemborgolan itu. Dia mengaku kesal akibat perilaku anaknya. Yaitu menjatuhkan motor tetangga. (adv/dprdsmr)





