Maswedi Ajak Warga Sadar Zona Merah saat Membangun Rumah

Maswedi - Anggota Komisi III DPRD Samarinda. (Foto : Eko Seyo).

Linikaltim.id. SAMARINDA. Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan pada 2025 dibersamai fenomena La Nina lemah. Sehingga mengakibatkan curah hujan bertambah 20-40 persen.

Kejadian tragis 12 Mei 2025 meninggalkan duka mendalam bagi warga di kawasan Kelurahan Lempake, Samarinda Utara. Bencana tanah longsor menewaskan seorang ibu dan tiga anaknya akibat rumah yang tertimbun longsoran tanah dari tebing.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Maswedi membeberkan, wilayah tersebut memang tergolong kawasan rawan longsor.

“Itu kan memang tanah tebing ya, dan saat hujan turun cukup deras, tentu sangat rawan. Apalagi di lokasi itu kurang pepohonan, dan kontur tanahnya cukup tajam karena dekat jurang,” kata Maswedi, ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (14/5/2025).

Menurutnya, pembangunan rumah yang tidak memperhatikan aspek keselamatan lingkungan menjadi pemicu utama bencana seperti ini.

Politikus dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat saat membuka lahan untuk mendirikan bangunan. Terutama di kawasan yang secara geologis berisiko tinggi longsor.

“Kami menghimbau masyarakat agar lebih waspada ketika hujan dengan curah tinggi turun. Jika memungkinkan, hindari berada di lokasi lokasi yang berisiko, seperti daerah tebing atau jurang,” ujarnya.

Maswedi juga meminta masyarakat untuk tidak membangun rumah atau tempat tinggal di wilayah-wilayah yang sudah dikategorikan sebagai zona rawan bencana.

“Kalau bisa, jangan bermukim atau membangun bangunan di tempat yang secara topografi rawan,” jelasnya.

Ia berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menetapkan zona merah yang tak boleh dibangun, demi menghindari jatuhnya korban lagi.

“Ini harus jadi peringatan bersama. Kita semua punya tanggung jawab menjaga keselamatan bersama, apalagi menghadapi musim hujan seperti sekarang,” pungkasnya. (adv)

Pos terkait