Maswedi Beri Catatan untuk Perumdam Samarinda

Maswedi - Anggota Komisi III DPRD Samarinda (Foto : Eko Setyo).

Linikaltim.id. SAMARINDA. Akhir-akhir ini sejumlah masyarakat mengeluhkan kualitas air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda. Air yang tersalur keruh, berwarna cokelat, seperti tersalur tanpa diolah.

Menanggapi keluhan itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda mengakui ada beberapa catatan.

Bacaan Lainnya

“PDAM (sekarang Perumdam,Red.) telah berupaya memberikan layanan air bersih kepada masyarakat. Namun masih ada beberapa wilayah di Samarinda yang belum merata dalam hal ketersediaan air bersih,” kata Maswedi, anggota DPRD Samarinda, ditemui pada Kamis (20/2/2025) malam.

Kualitas air keruh memang tak terhindarkan sementara waktu. Akibat fenomena air bangai yang membuat kualitas air baku yang diolah lebih keruh dari biasanya. Air bangai biasa terjadi tiap tahun. Fenomena alam ini membuat kadar oksigen dalam air menurun. Biasanya ikan-ikan akan muncul ke permukaan akibat air bangai.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda itu menyebut, upaya meningkatkan kualitas air sudah dilakukan. Yaitu dengan pengawasan dan pemeliharaan pipa-pipa.

“Hal ini penting untuk mencegah adanya air keruh dan memastikan bahwa kualitas air PDAM memenuhi standar kesehatan,” ujar politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, berbagai upaya meningkatkan kualitas air sudah lebih baik. Namun, diakuinya masih ada beberapa tantangan. Yaitu rendahnya tata kelola dan kelembagaan penyelenggaraan Perumdam Samarinda.

Maswedi menyebut, perlu kerjasama yang lebih intensif antara pemerintah kota, masyarakat, dan DPRD untuk membahas kualitas air Perumdam Samarinda. (adv)