Linikaltim.id DI tengah fokus Timnas Indonesia menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, PSSI justru mengambil langkah yang membuat publik bergeming.
Shin Tae-yong, sang juru taktik asal Korea Selatan justru didepak PSSI dari kursi kepelatihan.
STY yang menukangi skuad Garuda sejak 2019 dikontrak selama lima tahun. Medio Juni 2024, pria yang pernah membawa Korea Selatan tembus ke empat besar Korea Selatan itu justru kontraknya diakhiri. Publik banyak yang mempertanyakan keputusan PSSI terkait pemecatan STY.
PSSI bergerak cepat. Minggu (12/1/2025), juru taktik anyar asal Belanda, Patrick Kluivert, akhirnya dikenalkan ke publik. Dalam obrolannya saat bersua awak media, Kluivert menyebut durasi kontraknya dua tahun dengan opsi perpanjangan.
Namun, ada fase yang jadi target capaiannya, yakni kemenangan dan meraih poin selama sisa kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Rencana selanjutnya bisa mempersiapkan event-event selanjutnya.
“Saya suka dengan tekanan. Situasi yang menarik. Kami datang masuk di ronde ketiga, dan tidak takut tekanan. Kami harap menerapkan attitude dan mindset untuk menangani secara bersama-sama,” ujarnya.
Pengalamannya berkarier di Eropa menjadikan tantangan untuk melatih di Indonesia. “Dan itu tidak jadi masalah, apabila komunikasinya lancar, semua akan bisa dieksekusi dengan baik.
Pelatih berpaspor Belanda itu menyebut, kepentingan pemain lokal bukan hanya sisi talenta. Pemain yang lahir di Indonesia adalah jantung dan jiwa. Artinya pemain diaspora bisa menjadi pemain pendukung yang bisa jadi satu-kesatuan.
Tentang taktik, dalam posisi bersaing untuk lolos kualifikasi, dia ingin lebih sering menggunakan yang menyerang. “Itu sesuatu yang bisa diuntungkan untuk mendapatkan poin,” sebutnya. Dia yakin lini belakang Timnas Indonesia sangat kuat. “Yang penting saling mempercayai satu dan yang lainnya. Kalau tidak pegang bola tidak bisa cetak gol,” tegasnya.






