Patung Bung Karno di RTH Sanga-Sanga Diresmikan, Jadi Pengingat Sejarah Perjuangan Kaltim

Linikaltim.id. SANGA-SANGA – Patung Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno, yang berdiri di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Sanga-Sanga, diresmikan. Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin, Selasa (27/1/2026).

Peresmian patung Bung Karno tersebut bertepatan dengan peringatan ke-79 Peristiwa Merah Putih Sanga-Sanga. Pembangunan RTH beserta patung Bung Karno ini diketahui telah dimulai sejak dua tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Mantan Bupati Kukar Edi Damansyah dalam sambutannya menceritakan proses panjang yang dilalui pemerintah daerah untuk merealisasikan pembangunan kawasan RTH Sanga-Sanga. Ia menyebut lahan yang kini menjadi RTH tersebut sebelumnya merupakan aset milik Pertamina.

“Di dalam kawasan RTH ini ada satu momentum penting. Waktu itu kami meminta asistensi dan arahan dari keluarga Bung Karno. Alhamdulillah, dari proses itu, patung Bung Karno akhirnya bisa dibangun di RTH Sanga-Sanga,” ujar Edi.

Edi menegaskan, Kecamatan Sanga-Sanga sejak lama telah ditetapkan sebagai zona Kota Juang. Kehadiran patung Bung Karno di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi simbol perjuangan sekaligus pengingat bagi generasi muda bahwa rakyat Kalimantan Timur turut berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara itu, Djarot Saiful Hidayat selaku perwakilan keluarga Bung Karno mengatakan, patung Presiden Soekarno telah berdiri di puluhan lokasi, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, patung Bung Karno yang berada di Sanga-Sanga memiliki keistimewaan tersendiri.

“Patung Bung Karno di Sanga-Sanga ini merupakan patung tertinggi di luar Pulau Jawa. Tingginya hanya terpaut sekitar 10 sentimeter dari patung Bung Karno yang ada di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Djarot.

Djarot menambahkan, sosok Bung Karno dikenal luas dan dikagumi oleh bangsa-bangsa di dunia karena perjuangannya dalam menegakkan kemanusiaan, kemerdekaan, keadilan, dan persatuan.

“Sepanjang hidupnya, Bung Karno melawan ketidakadilan dan penindasan. Beliau juga dikenal sebagai tokoh pembebas bangsa-bangsa terjajah di Asia,” kata mantan Wali Kota Blitar itu.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menjelaskan, proses pembangunan patung Bung Karno dan RTH Sanga-Sanga memerlukan waktu cukup panjang sejak dimulai pada 2023. Hal itu lantaran harus melalui berbagai tahapan perizinan dan persetujuan, mulai dari masyarakat, Pertamina, hingga lintas kementerian.

“Patung Bung Karno kini sudah berdiri tegak di Sanga-Sanga. Kami tidak ingin hanya berdiri tanpa makna dan keberlanjutan. Karena itu, kami siapkan konsep agar RTH dan patung Bung Karno ini menjadi daya tarik,” ujar Rendi.

Selain sebagai pusat pembelajaran sejarah, RTH dan patung Bung Karno di Sanga-Sanga juga direncanakan menjadi pusat seni dan budaya di Kutai Kartanegara.

“Kami siapkan anggaran pada 2026 agar setiap malam Minggu bisa digelar event budaya oleh dinas terkait. Harapannya kawasan ini tetap hidup, terawat, dan tidak sepi,” jelasnya.

Pemkab Kukar juga berencana membangun fasilitas pendukung di sekitar kawasan patung Bung Karno, seperti musala, pusat UMKM, serta peningkatan akses jalan menuju Sanga-Sanga Dalam.

“Di akhir 2025, kami telah melakukan pengaspalan jalan di Sanga-Sanga Dalam dengan anggaran sekitar Rp 30 miliar. Kami tidak ingin kawasan depan terlihat megah, tapi wilayah sekitarnya rusak. Tidak boleh ada ketimpangan di Sanga-Sanga,” tegas Rendi.

Apresiasi terhadap pembangunan patung Bung Karno di Sanga-Sanga juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis. Ia menilai keberadaan patung tersebut penting sebagai pengingat sejarah bagi generasi muda.

“Dengan adanya patung Bapak Bangsa Indonesia, Bung Karno, harapan kita ini menjadi pengingat bagi anak-anak muda, khususnya di Kukar dan Kaltim, untuk mempelajari serta meneladani perjuangan beliau bagi bangsa Indonesia,” ujar Ananda.

Pos terkait