Linikaltim.id. TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memantapkan penataan kawasan perdesaan sebagai langkah memperkuat pembangunan berbasis wilayah. Melalui Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Idaman Terbaik, Pemkab Kukar menyiapkan investasi minimal Rp100 miliar untuk setiap kawasan yang ditetapkan.
Program ini menjadi salah satu strategi besar pemerintah daerah dalam mengakselerasi pembangunan desa secara terukur dan terpadu, sekaligus mendukung misi Kukar Idaman Terbaik yang dijalankan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah menyelesaikan sinkronisasi konsep bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Seluruh aspek perencanaan, termasuk analisis kawasan dan rancangan intervensi program, sedang difinalisasi sebelum masuk tahap penetapan resmi.
“Karena program ini masih dalam tahap penyiapan konsep, DPMD berkolaborasi secara intensif dengan Bappeda. Termasuk penyusunan kerangka pendanaan Rp100 miliar per kawasan yang kini sedang dimatangkan,” ujar Arianto, Kamis (27/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa penetapan kawasan menjadi tahapan krusial sebelum pendanaan dapat digulirkan. Setelah konsep kawasan disahkan melalui Perda atau Perbup, barulah daerah dapat melakukan pembiayaan program secara penuh.
“Begitu konsep kawasan ditetapkan dalam regulasi, saat itu pula pembiayaan bisa dimulai. Itu yang sedang kita rampungkan,” katanya.
Arianto menyebut pembangunan kawasan dilakukan melalui analisis multidimensi terhadap desa-desa yang berada dalam satu bentang potensi. Salah satu contoh kawasan yang telah dipetakan adalah Agrowisata Lestari di Teluk Semayang, yang terdiri atas beberapa desa dengan kekuatan sektor berbeda namun saling terhubung.
“Setiap desa dalam kawasan dianalisis secara mendalam untuk melihat potensi unggulannya,” jelasnya.
Pemetaan tersebut mencakup produksi pertanian, kapasitas lahan, kebutuhan infrastruktur, peluang wisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah kemudian menentukan bentuk intervensi yang paling relevan agar potensi kawasan dapat berkembang secara kolektif.
Arianto menilai penguatan kawasan akan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan percepatan pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, kawasan ditargetkan memiliki ekosistem pembangunan yang saling menguatkan.
Ia juga menegaskan bahwa alokasi Rp100 miliar merupakan komitmen daerah dan tidak boleh dikurangi ketika program masuk tahap pelaksanaan.
“Nilai Rp100 miliar itu komitmen kami. Semua kegiatan yang tercantum dalam dokumen kawasan wajib dibiayai secara penuh,” tegasnya.
Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Idaman Terbaik diharapkan menjadi instrumen baru bagi Kukar dalam meningkatkan daya saing desa, mendorong kemandirian ekonomi, serta menghadirkan pembangunan yang lebih fokus dan berkelanjutan. (Adv/DPMD Kukar)
