Linikaltim.id. SAMARINDA. Keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan masih menjadi persoalan utama dalam penanganan tuberculosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Samarinda.
Kondisi ini terungkap setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meninjau RSUD Inchae Abdoel Moeis, Samarinda Seberang awal Juni 2026 lalu.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyebut perlengkapan medis yang dibutuhkan masih belum sepenuhnya terpenuhi.
“Perlengkapan yang diperlukan memang masih terbatas,” kata Puji, di RSUD Inchae Abdoel Moeis, Jumat (5/6/2026).
Di sisi lain, beban kerja tenaga medis dinilai semakin berat seiring meningkatnya jumlah pasien.
Dokter harus menangani pasien rawat inap sekaligus melayani poli setiap hari, tanpa dukungan SDM yang memadai.
“Tenaga medis ini sudah sangat kelelahan karena melayani pasien setiap hari,” katanya.
Meski demikian, rumah sakit tetap berupaya melakukan pengembangan layanan dengan dukungan dana dari pemerintah pusat.
“Informasinya ada bantuan dari Jakarta untuk pengembangan layanan TB dan HIV, kemungkinan Agustus turun,” jelasnya.
Selain itu, dukungan tenaga dari Universitas Mulawarman (Unmul) melalui program residen juga diharapkan dapat membantu mengurangi beban kerja.
Namun DPRD menilai, tanpa peningkatan signifikan pada sarana dan sumber daya manusia, kualitas layanan kesehatan akan sulit ditingkatkan secara optimal.
Sebagai gambaran, jumlah kasus HIV di Samarinda berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2025 ada 111 kasus, pada tahun 2024 ada 130 kasus, pada tahun 2023 ada 134 kasus.
Sementara WHO mengatakan, potensi setiap 1 kasus yang ditemukan berarti ada 99 kasus yang belum terungkap. Itu artinya Samarinda berpotensi memiliki sekitar 10.989 kasus HIV yang belum terungkap per tahun 2025.
Perkiraan jumlah tersebut semakin meningkat dengan peluang adanya pasien yang datang dari kota lain. Mengingat Samarinda ada RSUD Abdul Wahab Syahranie, juga rumah sakit swasta lain yang kerap menjadi rujukan. (adv/dprdsmr)





