Linikaltim.id.SAMARINDA – Untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi di bidang pengelolaan risiko, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar pelatihan Manajemen Risiko Organisasi Sektor Publik pada 4-8 November 2024 lalu.
Narasumber utama adalah Gatot Darmasto dari Widyaiswara Utama, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pelatihan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan kompetensi penting. Baik itu pemahaman mendalam mengenai strategi manajemen risiko, juga keterampilan dalam mengidentifikasi risiko. Serta kemampuan mengevaluasi elemen risiko yang mendukung pencapaian tujuan organisasi.
“Keberhasilan organisasi publik mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh saat acara pelatihan berlangsung di Lantai 5, Room Mandapa V, Hotel Fugo Samarinda.
Bupati mengatakan, setiap langkah menuju tujuan akan menghadapi risiko dari sisi internal maupun eksternal. Ini tidak dapat dihindari sepenuhnya tetapi harus dikelola dengan baik.
“Pengelolaan risiko yang baik adalah kunci utama kesuksesan dalam melayani masyarakat. Dan menjalankan misi besar Kabupaten Mahakam Ulu,” terang Bonifasius.
Bupati berharap 40 peserta yang mengikuti acara mampu meningkatkan wawasan, pengalaman, dan memperkuat jaringan kerja.
Kegiatan ini difasilitasi Inspektorat Mahulu bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur (Kaltim).
Peserta meruapakan staf ahli, asisten, kepala dinas/ badan, kepala bagian, dan inspektur pembantu (irban) inspektorat, serta camat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Mahulu Stephanus Madang. Inspektur Inspektorat Mahulu Budi Gunarjo Ompusunggu. BPKP Kaltim yang diwakili Korwas Bidang P3A PIP Hary Eka Surjanta. (adv/pemkabmahulu/min/her)






