DPRD Samarinda Dukung Penguatan Perpustakaan Digital

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto dok.)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Transformasi layanan perpustakaan berbasis digital menjadi salah satu fokus pengembangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda pada 2026. Di tengah keterbatasan anggaran, pengadaan koleksi digital diprioritaskan agar masyarakat dapat mengakses bahan bacaan dengan lebih mudah.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan perpustakaan digital sebagai bagian dari modernisasi layanan publik.

Bacaan Lainnya

Menurut politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu, perubahan pola membaca masyarakat menuntut pemerintah untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses melalui perangkat digital.

“Kami mendukung transformasi perpustakaan menuju layanan digital. Ini menjadi kebutuhan agar masyarakat semakin mudah memperoleh bahan bacaan dan minat literasi terus meningkat,” kata Novan, diwawancara beberapa pekan lalu.

Meski demikian, Novan mengingatkan agar digitalisasi tidak mengabaikan kebutuhan koleksi buku fisik yang masih dibutuhkan oleh sebagian masyarakat. Khususnya pelajar, mahasiswa, dan kalangan peneliti.

Ia berharap pada pembahasan anggaran berikutnya, pengadaan buku fisik juga dapat kembali menjadi perhatian sehingga layanan perpustakaan semakin lengkap dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Digitalisasi adalah langkah yang baik, tetapi koleksi fisik juga tetap penting. Ke depan kami akan mengawal pembahasan anggaran agar kebutuhan layanan perpustakaan dapat terpenuhi secara seimbang,” jelasnya.

Tahun 2026 ini anggaran pengadaan koleksi buku digital dengan nilai sekitar Rp130 juta. Sementara pengadaan buku fisik belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran dan masih menunggu kemungkinan penambahan pada perubahan APBD.

Secara nasional, anggaran untuk perpustakaan kena imbas pemangkasan hampir 50 persen.

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tahun 2026 tercatat mendapat anggaran sebesar Rp377,9 miliar. Anggaran ini terpangkas drastis sekitar 47,6 persen (hampir separuhnya) dari pagu anggaran tahun 2025 yang sebelumnya mencapai Rp721 miliar. (adv/dprdsmr)

Pos terkait