Linikaltim.id. SAMARINDA. Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyoroti kondisi surutnya Sungai Mahakam yang berdampak terhadap akses masyarakat di wilayah pedalaman. Khususnya, Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyiapkan langkah untuk memastikan kebutuhan pokok dan energi tetap dapat disalurkan kepada masyarakat yang terdampak. Melalui skema gerakan pangan murah dan atau mengirim cadangan pangan.
Pada tahap pertama, bantuan operasi pasar terdiri atas 330 sak beras premium kemasan lima kilogram. Ada 600 minyak goreng kemasan dua liter dan 1.200 gula pasir kemasan satu kilogram.
Rudy mengatakan, kondisi sungai yang surut membuat sejumlah wilayah di pedalaman Mahakam mengalami keterbatasan akses.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena masyarakat tetap membutuhkan pasokan bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari.
“Berkaitan dengan distribusi, terutama kebutuhan pokok untuk saudara-saudara kita yang hari ini terisolir karena surutnya Sungai Mahakam, khususnya di pedalaman Mahakam,” kata Rudy Mas’ud, di Gor Kadrie Oening Sempaja, Senin (17/08/2026).
Ia menyebut pemerintah telah memberikan arahan kepada jajaran terkait untuk segera mengambil langkah.
“Umumnya kita sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran terkait untuk segera membuka akses jalan, agar saudara-saudara kita di sana tetap bisa mendapatkan kebutuhan bahan pokok,” katanya.
Selain bahan pangan, pemerintah juga memperhatikan kebutuhan bahan bakar dan energi masyarakat. Rudy menyebut distribusi energi, termasuk gas tabung, harus tetap berjalan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Rinciannya, ada 720 tabung liquefied petroleum gas (LPG) tiga kilogram. Juga 200 tabung LPG 12 kilogram.
Cadangan pangan pemerintah yang dikirim berupa 2.400 sak beras kemasan lima kilogram. Total sekitar 9,7 ton untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Rudy meminta dukungan seluruh pihak untuk membantu pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman tetap terpenuhi.
Menurutnya, kondisi geografis dan perubahan situasi di lapangan tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang berada di wilayah dengan akses terbatas.
Rudy berharap koordinasi antarlembaga dapat berjalan cepat sehingga distribusi bantuan maupun kebutuhan pokok dapat segera menjangkau masyarakat terdampak.
Pemeprov Kaltim, kata Rudy, akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan langkah penanganan dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. (*)






