Linikaltim.id, SAMARINDA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Ananda Emira Moeis menyebut digitalisasi pendidikan erat kaitannya dengan infrastruktur. Infrastruktur yang baik membuat sebaran pendidikan merata, baik itu secara digital maupun konvensional.
“Tidak ada masalah tentang digitalisasi pendidikan. Semua berjalan baik, anggaran juga didukung dari pemerintah pusat,” ujarnya saat diwawancarai di Kecamatan Samarinda Utara pada Selasa (5/11/2024) sore.
Perempuan yang akrab disapa Nanda ini, mengatakan, one teacher one laptop juga sudah berjalan dengan baik di Kaltim.
Kata dia, digitalisasi bukan berarti menghilangkan tatap muka dalam proses belajar mengajar. Tapi lebih memanfaatkan teknologi yang ada untuk merangsang anak lebih kreatif.
Nanda justru lebih mengkritisi tentang infrastruktur penyokong digital. Menurutnya, infratruktur harus dibenahi untuk terselenggaranya pendidikan yang baik. “Butuh listrik dan internet yang stabil. Jadi dari hulu ke hilirnya harus betul-betul dilihat (kesiapannya,red.),” terang Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Dia juga mengingatkan, konsep digital bukan berarti tidak tatap muka. Tapi tentang memanfaatkan perangkat digital itu. Yairu mengambil keuntungan digitalisasi pendidikan agar siswa lebih interaktif dan kreatif.
“Harus bersinergi antara fisik (infratruktur) dan digital itu sendiri,” pungkasnya. (adv/dprdkaltim/min)






