Linikaltim.id. SAMARINDA — Kabar wafatnya mantan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Andi Harahap, membawa duka bagi kalangan pemerintahan dan dunia politik di Kalimantan Timur. Tokoh yang juga pernah menjadi anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2019–2024 itu meninggal dunia pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, termasuk unsur pimpinan DPRD Kalimantan Timur. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya salah satu tokoh senior yang dinilai memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita semua merasa kehilangan. Beliau sosok senior di dunia politik Kaltim yang disegani, kuat memegang prinsip. Pribadi yang hangat dan tidak pernah pelit berbagi ilmu,” ujar Ananda, Rabu (5/8/2026) malam.
Menurut Ananda, Andi Harahap meninggalkan warisan keteladanan melalui dedikasinya selama berkiprah di pemerintahan maupun lembaga legislatif. Pengabdiannya, kata dia, menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Selain pernah memimpin PPU sebagai bupati, Andi Harahap juga dipercaya menjadi anggota DPRD Kalimantan Timur dari daerah pemilihan Penajam Paser Utara pada periode 2019–2024 melalui Partai Golkar.
Ananda menilai almarhum dikenal sebagai pribadi yang bekerja dengan komitmen tinggi dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap amanah yang dijalankannya.
“Almarhum adalah figur pekerja keras yang selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya. Semangat pengabdian beliau selama memimpin PPU maupun saat mengemban tugas di parlemen akan terus dikenang,” katanya.
Kepergian Andi Harahap, lanjut Ananda, menjadi kehilangan bagi masyarakat Kalimantan Timur, terutama warga Penajam Paser Utara yang selama ini merasakan kiprah dan kontribusinya dalam pemerintahan maupun dunia politik.
Ia pun mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
“Semoga almarhum husnul khatimah, mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Ananda.





