Bupati Kukar Tinjau Langsung Pembangunan di Hulu, Pastikan Layanan Dasar dan Program Desa Tepat Sasaran

Kepala DPMD Kukar, Arianto mendampingi Bupati Aulia Rahman Basri pada kunker di hulu (foto: Istimewa)

Linikaltim.id. TENGGARONG – Dalam upaya memastikan arah pembangunan desa berjalan sesuai visi dan misi Kukar Idaman Terbaik, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri bersama jajaran pemerintah daerah turun langsung ke lapangan. Selama enam hari, sejak 9 hingga 14 Oktober lalu, rombongan Pemkab Kukar melakukan kunjungan maraton ke enam kecamatan wilayah hulu.

Kunjungan tersebut tak hanya berupa peninjauan administratif, tetapi juga pendekatan langsung kepada warga. Rombongan pemerintah — termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar — bermalam di setiap kecamatan, berinteraksi dengan masyarakat, dan mengikuti kegiatan sosial serta keagamaan di desa-desa.

Bacaan Lainnya

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan kunjungan lapangan ini menjadi agenda penting untuk memperkuat pengawasan, evaluasi, dan sinergi antarperangkat desa agar pembangunan di wilayah hulu berjalan selaras dengan kebijakan daerah.

“Dari tujuh kecamatan di wilayah hulu, hanya Tabang yang tidak masuk agenda kali ini karena Bupati sudah lebih dulu berkunjung ke sana saat acara adat Mecaq Undat dan peresmian SMK di Tukung Ritan,” jelas Arianto, Selasa (4/11/2025).

Enam kecamatan yang menjadi fokus kunjungan yakni Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, Muara Muntai, Kota Bangun, dan Kota Bangun Darat. Setiap pagi, kegiatan diawali dengan Safari Subuh bersama warga, dilanjutkan dengan kunjungan ke sekolah dan fasilitas kesehatan.

Menurut Arianto, agenda ini merupakan cara Bupati memastikan pelayanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, berjalan optimal hingga ke pelosok.

“Beliau ingin memastikan warga cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa hambatan. Prinsipnya, layanan harus mudah dan cepat,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan, rombongan juga menyalurkan bantuan langsung dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di antaranya bantuan perahu untuk kelompok nelayan dari Dinas Perikanan serta sarana air bersih dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Di setiap kecamatan, Bupati juga menggelar dialog terbuka bersama kepala desa, lurah, dan ketua RT. Forum tersebut menjadi sarana evaluasi program bantuan keuangan Rp50 juta per RT yang sudah berjalan dua tahun terakhir.

“Dari hasil diskusi, banyak hal positif yang terungkap, termasuk dampak nyata program terhadap peningkatan partisipasi warga dan pengelolaan lingkungan,” tutur Arianto.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memperkenalkan rencana program lanjutan bertajuk RTKU Terbaik, dengan nilai bantuan yang meningkat hingga Rp150 juta per RT.

“Evaluasi ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk komitmen pemerintah agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui dialog langsung seperti ini, kebijakan bisa disusun berdasarkan fakta di lapangan, bukan sekadar laporan di atas kertas,” pungkasnya. (Adv/DPMD Kukar)

Pos terkait