Linikaltim.id. KUTIM – Desa Lung Melah di Kecamatan Telen, Kutai Timur, terendam banjir selama tiga hari berturut-turut. Ketinggian air bahkan mencapai sepinggang orang dewasa, membuat aktivitas warga lumpuh dan akses antarwilayah ikut terhambat.
Hingga Kamis (11/12), air belum sepenuhnya surut. Di tengah situasi tersebut, warga juga harus menghadapi pemadaman listrik yang terjadi bersamaan selama tiga hari terakhir. Aliran listrik disebut hanya menyala sebentar lalu kembali padam.
Ketua RT 01 Desa Lung Melah, Maria Martina, mengatakan kondisi warga sudah sangat memprihatinkan. Selain kesulitan beraktivitas, listrik yang tidak stabil membuat situasi semakin berat.
“Air sudah tinggi sampai sepinggang, listrik juga mati-nyala. Kami di sini sangat kesulitan, apalagi sudah tiga hari kondisi begini,” ujar Maria saat dihubungi, Kamis.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Resa Agustina. Ia menyebut mesin pembangkit listrik desa belum berfungsi maksimal, sehingga penerangan tak bisa menyala penuh setiap hari.
“Mesin lampu atau pembangkit di desa kami belum bisa nyala penuh. Harapan kami, pemerintah segera memperbaiki supaya warga tidak terus gelap saat banjir seperti ini,” kata Resa.
Di tengah banjir, warga memilih tetap bertahan di rumah sambil menaikkan barang-barang ke tempat lebih tinggi. Aktivitas ekonomi terhambat, dan kebutuhan harian warga mulai terganggu.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan banjir maupun perbaikan mesin pembangkit listrik di Desa Lung Melah. Warga berharap pemerintah bergerak cepat sebelum kondisi memburuk.



