Linikaltim.id SAMARINDA–Kota Samarinda kembali dilanda banjir besar setelah hujan deras mengguyur sejak Senin (12/5/2025) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita.
Curah hujan tinggi yang mencapai intensitas 135 milimeter, menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadikan peristiwa itu sebagai salah satu hujan ekstrem yang terjadi sepanjang tahun.
Aktivitas warga lumpuh total. Puluhan ruas jalan utama dan pemukiman warga tergenang. Kondisi itu tidak hanya memicu kemacetan parah, juga menyebabkan banyak kendaraan rusak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso menuturkan, banjir kali ini terjadi di sekitar 36 titik penjuru kota. Menurutnya, curah hujan dan sistem drainase yang tak maksimal menjadi kombinasi penyebab utama meluasnya genangan.
“Ada beberapa titik mulai surut, sebagian juga masih ada yang tergenang karena sistem drainase belum bisa mengalirkan air dengan cepat,” ungkap Suwarso kepada awak media.
Sejak pagi, BPBD menerima banyak permintaan bantuan dari warga. “Warga menghubungi kami karena tidak bisa lewat menuju bandara. Kendaraan kecil sangat sulit melintas karena banjir cukup dalam,” kata Suwarso.
Petugas BPBD bersama instansi terkait terus bersiaga di lapangan untuk melakukan pemantauan, serta penanganan darurat di lokasi-lokasi terdampak. Warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor diimbau agar tetap siaga menghadapi potensi bencana lanjutan.
“Diperkirakan hujan dengan intensitas tinggi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk menyiapkan skema penanganan yang tepat sebagai bentuk kewaspadaan,” tutup Suwarso.






