DPRD Samarinda Tegaskan Teras Samarinda III Belum Urgent

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Foto : Eko Setyo)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Wacana pembangunan Teras Samarinda tahap III mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Samarinda.

Di tengah efisiensi, berbagai kebutuhan dasar masyarakat banyak yang masih membutuhkan dukungan anggaran besar. Proyek lanjutan kawasan tepian Sungai Mahakam tersebut dinilai belum menjadi prioritas utama untuk direalisasikan dalam waktu dekat.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda harus cermat dalam menentukan arah pembangunan.

Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini menuntut skala prioritas anggaran lebih ketat. Agar anggaran yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dia menilai sektor pendidikan dan kesehatan masih menjadi dua bidang yang memerlukan perhatian serius. Berbagai program peningkatan kualitas layanan kesehatan maupun fasilitas pendidikan masih membutuhkan dukungan pembiayaan yang cukup besar.

Politikus dari fraksi PDIP itu berpandangan rencana pengembangan Teras Samarinda tahap III sebaiknya dikaji kembali.

“Kalau melihat kondisi anggaran sekarang, yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Pembangunan lanjutan bisa dipertimbangkan nanti ketika kemampuan keuangan daerah sudah lebih baik,” kata Iswandi, Senin (22/06/2026).

Ia menjelaskan, Pemkot Samarinda masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan. Salah satunya adalah penyelesaian proyek strategis Terowongan Samarinda yang hingga kini masih membutuhkan perhatian dan dukungan anggaran.

Menurut Iswandi, pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal menghadirkan ikon baru, tetapi juga memastikan setiap program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan prioritas belanja daerah. Jangan sampai anggaran terserap untuk proyek yang belum mendesak, sementara kebutuhan masyarakat yang lebih penting masih membutuhkan perhatian,” tegasnya. (adv/dprdsmr)

Pos terkait