Guru saat Ini Tersertifikasi, PPG Lebih Mudah dan Gratis

Peringatan Hari Guru di GOR Segiri Samarinda. (Foto : Eko Setyo).

Linikaltim.id. SAMARINDA. Dal rangka memperingati Hari Guru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menggelar talkshow di Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri Samarinda dipenuhi ratusan guru pada Jumat (21/11/2025).

Salah satu agenda diisi oleh Ferry Maulana Putra, Direktur Pendidikan Profesi Guru (PPG), Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTK PG), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Bacaan Lainnya

Ferry menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Profesi guru saat ini memegang peran strategis dalam membangun kualitas pendidikan nasional.

Dalam sambutannya, Ferry menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen menghadirkan kemudahan bagi para pendidik, khususnya melalui penyederhanaan proses PPG.

Ferry menjelaskan bahwa PPG saat ini terdiri dari tiga fase penting, yaitu pre-service, in-service, dan pengembangan profesi berkelanjutan.

Ketiga fase tersebut dirancang agar guru dapat berkembang secara menyeluruh, mulai dari sebelum mengajar hingga peningkatan kompetensi setelah berada di dunia kerja.

“Ini adalah tahapan yang seharusnya dapat dirasakan dengan baik oleh guru sebagai bentuk peningkatan profesionalisme,” urainya.

PPG SAAT INI SIMPEL

Dalam paparannya, Ferry juga menyoroti perubahan besar dalam mekanisme PPG beberapa tahun terakhir.

Jika sebelumnya guru harus meninggalkan sekolah, kelas, dan keluarga selama berbulan-bulan, kini PPG dapat dilakukan dari tempat masing-masing, tanpa harus meninggalkan tugas mengajar. Prosesnya berlangsung selama delapan bulan dengan tugas yang dapat diselesaikan secara fleksibel.

“PPG sekarang dibuat simpel. Guru tidak perlu meninggalkan kelas dan dapat tetap bersama keluarga,” jelasnya.

Salah satu fakta yang menarik perhatian adalah besarnya jumlah guru Samarinda yang sedang mengikuti PPG.

Ferry menyebutkan bahwa sebanyak 2.440 guru di Samarinda saat ini tercatat sebagai peserta PPG, baik yang sedang menjalani maupun baru mendaftar.

Ia pun meminta peserta yang hadir untuk aktif memastikan status PPG mereka melalui aplikasi CPKB serta melakukan pemutakhiran data secara berkala.

“Cek aplikasi CPKB Anda. Jangan sampai kesempatan ini terlewat,” pesannya.

Ferry mengingatkan bahwa PPG dalam jabatan kini sepenuhnya gratis, karena seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah.

Ia menegaskan tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun. Program ini bahkan menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan seluruh guru tersertifikasi sebelum tahun 2025 berakhir.

“PPG gratis. Tidak ada bayar-membayar. Pemerintah yang menanggung penuh,” tandasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa lebih dari 300.000 guru di seluruh Indonesia telah menyelesaikan PPG sejak awal tahun lalu.

Namun masih ada sebagian guru yang belum terdaftar atau belum memperbarui datanya.

Karena itu, Ferry meminta seluruh guru aktif memeriksa status mereka agar tidak tertinggal, terutama menjelang penutupan masa PPG nasional.

Di akhir sesi, Ferry kembali menekankan bahwa mulai 2025, guru yang mengajar harus memiliki sertifikat profesi, sama seperti profesi dokter atau tenaga medis lainnya.

Lulusan pendidikan guru tidak cukup hanya dengan gelar S1, tetapi harus memiliki kompetensi profesi yang dibuktikan melalui sertifikasi PPG.

“Seperti halnya dokter yang tidak bisa langsung praktik tanpa profesi, guru pun demikian. Kita ingin memastikan seluruh guru Indonesia memiliki standar profesional yang sama,” tutupnya. (*)

Pos terkait