Linikaltim.id. TENGGARONG – Komitmen Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendorong transformasi digital pemerintahan desa terus menunjukkan hasil konkret. Melalui aplikasi Si Pacar Kuda (Sistem Informasi Pencairan Keuangan Desa), Kukar kini menjadi rujukan daerah lain dalam tata kelola keuangan desa berbasis digital.
Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melakukan studi tiru ke DPMD dan BPKAD Kukar untuk mempelajari sistem digital tersebut. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi langkah serius Pemkab Kutim dalam mengadopsi sistem pencairan dana desa yang efisien dan transparan.
“Dengan Si Pacar Kuda, pengajuan pencairan dana kini cukup dilakukan secara daring. Perangkat desa tidak perlu lagi datang ke kabupaten, cukup mengunggah berkas secara online,” ujar Poino, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa DPMD Kukar, Kamis (13/11/2025).
Sistem ini, lanjutnya, menjadi terobosan penting dalam mempercepat proses layanan keuangan desa, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang luas dan akses sulit.
“Hambatan jarak kini tak lagi menjadi alasan. Proses bisa lebih cepat, aman, dan transparan,” jelasnya.
Menurut Poino, keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen DPMD Kukar dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang modern dan akuntabel. Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan cara kerja menuju pelayanan publik yang lebih efisien.
“Kami siap berkolaborasi dan berbagi praktik baik agar semakin banyak desa yang menerapkan sistem digital secara efektif,” katanya.
Aplikasi Si Pacar Kuda kini tidak hanya mempercepat pencairan dana, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan desa. Setiap transaksi terekam secara digital, memudahkan pengawasan dan pelaporan.
Poino berharap, kolaborasi antardaerah seperti studi tiru ini bisa menjadi simbol sinergi antar kabupaten di Kalimantan Timur dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat kapasitas desa.
“Dengan kerja sama dan berbagi pengalaman, kita bisa bersama-sama membangun pemerintahan desa yang maju, transparan, dan mandiri,” pungkasnya. (Adv/DPMD Kukar)



