Kukar Kirim Inovator Desa ke TTG Kaltim 2025, Cokelat Lung Anai Diunggulkan

Rumah Coklat Lung Anai saat Dikunjungi Pusat Kajian IKN dan SDGs Unmul

Linikaltim.id, PENAJAM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) turut ambil bagian dalam ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2025 yang berlangsung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Dalam kompetisi ini, Kukar mengirimkan sejumlah inovator desa terbaik hasil seleksi internal, termasuk unggulan dari Desa Lung Anai yang membawa inovasi pengolahan cokelat.

Bacaan Lainnya

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa seluruh kategori lomba dalam ajang TTG tersebut saat ini sedang memasuki tahap penilaian oleh dewan juri. Ia menyampaikan harapannya agar peserta dari Kukar mampu meraih hasil terbaik.

“Hari Jum’at ini seluruh kategori dinilai. Harapan kita untuk berpartisipasi juga bisa mendapatkan yang terbaik,” ujar Arianto.

Dalam ajang TTG Kaltim, peserta yang dikirimkan oleh DPMD Kukar setiap tahunnya berbeda-beda, bergantung pada kualitas inovasi yang dihasilkan.

Namun, menurut Arianto, peserta yang pernah berpartisipasi sebelumnya tetap memiliki peluang untuk kembali diikutsertakan jika menunjukkan peningkatan.

“Tiap tahunnya berbeda-beda kecuali ada peningkatan inovasinya atau Posyanteknya bisa kita ikutkan. Tapi kalau ada nanti yang lebih bagus lagi kita ikutkan yang lebih bagus tersebut,” jelasnya.

Salah satu inovasi yang menjadi andalan Kukar tahun ini berasal dari Desa Lung Anai. Inovasi tersebut berupa produk olahan makanan berbasis kakao yang telah dikembangkan menjadi cokelat siap konsumsi. Arianto meyakini inovasi ini memiliki keunggulan kompetitif di tingkat provinsi.

“Saya yakin coklat Lung Anai ini akan mendapatkan hasil yang baik karena memang setahu saya di Kaltim untuk pengolahan kakao jadi produk turunan berupa cokelat cuma ada di Desa Lung Anai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Arianto menambahkan bahwa sebagian besar wilayah lain di Kaltim, seperti Mahulu dan Kutai Barat, meskipun memiliki kebun kakao, belum mengolahnya menjadi produk turunan. Hal ini menjadi nilai lebih bagi inovasi dari Lung Anai.

“Saya sudah diskusi dengan teman-teman dari Mahulu, Kubar, banyak kebun kakaonya, cuma yang mereka jual hanya bijinya saja. Ini jadi nilai lebih untuk perwakilan kita,” tandasnya.

Ajang TTG sendiri merupakan agenda tahunan yang menjadi wadah penting dalam mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat desa, khususnya dalam memanfaatkan teknologi sederhana yang aplikatif dan bernilai ekonomi.

Keikutsertaan Kukar dalam ajang ini mencerminkan komitmen Pemkab dalam mendorong kemandirian dan pemberdayaan desa melalui inovasi. (Adv/DPMD Kukar)

Pos terkait