Komisi I DPRD Samarinda Apresiasi Kinerja DPMPTSP, Realisasi PAD Capai 70 Persen

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Foto dok.)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda memberikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda yang dinilai berhasil menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi PAD dari sektor tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dari target yang ditetapkan.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kinerja yang positif. Terutama dalam mendorong investasi sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Bacaan Lainnya

“DPMPTSP menargetkan PAD sekitar Rp10 miliar. Sampai saat ini realisasinya sudah mencapai sekitar 70 persen. Ini menunjukkan kinerja yang cukup baik dan patut diapresiasi,” kata Samri, di kantor DPRD Samarinda, Rabu (08/07/2026).

Menurut Samri, capaian tersebut tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas investasi di Kota Samarinda.

Ia menilai pelayanan perizinan yang semakin baik turut memberikan kontribusi terhadap masuknya investasi yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.

Komisi I akan terus mendorong DPMPTSP agar mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kinerjanya hingga target PAD tahun 2026 dapat tercapai sepenuhnya.

“Kami optimistis target tersebut bisa terpenuhi sampai akhir tahun. Yang terpenting adalah pelayanan kepada investor tetap dijaga sehingga iklim investasi di Samarinda semakin baik,” katanya.

Samri juga menilai keberadaan kawasan industri yang tengah dipersiapkan pemerintah akan menjadi peluang besar dalam meningkatkan investasi di Kota Tepian.

Dengan bertambahnya aktivitas usaha, potensi penerimaan daerah juga diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Ia menegaskan, strategi peningkatan PAD harus dilakukan melalui penguatan sektor-sektor produktif, khususnya investasi dan dunia usaha. Langkah tersebut dinilai lebih berkelanjutan dibanding mengandalkan penerimaan yang bersumber dari beban langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, semakin banyak investasi yang masuk ke Samarinda, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta bertambahnya kontribusi terhadap kas daerah. (adv/dprdsmr)

Pos terkait