Linikaltim.id. SAMARINDA. Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Joha Fajal, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar serius membenahi penataan Pasar Pagi sebelum pasar tersebut resmi beroperasi kembali.
Joha memaparka, Pasar Pagi sebelumnya sering tampak semrawut akibat banyaknya pedagang yang berjualan di luar area resmi.
Ia menekankan bahwa penataan pasar menjadi bagian penting dari estetika kota. Terlebih Samarinda kini telah membenahi berbagai ruang publik.
Ia meminta pemkot menjaga harmoni antara pembangunan kawasan kota dan penataan pasar tradisional.
“Jangan sampai teras kota sudah bagus, tapi pasar di sekitarnya terlihat kumuh. Itu kan merusak keindahan,” ujar anggota dewan dari fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu akhir November lalu.
Joha menilai Dinas Perdagangan (Disdag) sebagai leading sector harus benar-benar konsisten dalam menjaga keteraturan, kebersihan, dan estetika pasar. Ia tidak ingin Pasar Pagi kembali menjadi kawasan yang disesaki pedagang tanpa izin seperti sebelumnya.
“Penataannya harus rapi, kebersihannya terjaga. Kalau pasar tertata, otomatis kota juga terlihat indah,” tegasnya.
Selain tata ruang, ia juga mengingatkan agar pembukaan Pasar Pagi tidak mengganggu proyek renovasi Pasar Segiri yang sudah direncanakan pemerintah. Baginya, penyelesaian satu proyek harus menjadi prioritas sebelum memulai renovasi pasar lainnya.
“Renovasi Pasar Segiri juga akan jalan. Jadi jangan sampai satu belum selesai, sudah memulai yang lain,” katanya.
Joha menekankan pentingnya menghindari kekumuhan agar wajah kota yang sudah dibangun tidak kembali tercoreng. Ia menegaskan bahwa pasar sebagai ruang publik harus dapat mencerminkan keteraturan kota, bukan menjadi titik masalah.
“Kalau penataan buruk, dampaknya bukan hanya bagi pedagang tapi juga untuk kesan kota secara keseluruhan,” tambahnya.
Dari sisi pengawasan, ia mendorong OPD terkait untuk lebih tegas dan konsisten dalam mengatur area pasar. Ia ingin Pasar Pagi menjadi contoh pasar tertib yang mendukung citra Samarinda sebagai kota yang berkembang dan tertata.
“Kami hanya ingin OPD bekerja maksimal. Samarinda sekarang sudah jauh lebih indah. Jangan sampai ada pasar yang kembali kumuh dan merusak upaya pemerintah,” pungkasnya. (adv/dprdsmr)






