Linikaltim.id, SAMARINDA – Ada dua orang perempuan yang menduduki jabatan wakil ketua pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2024-2029. Untuk anggota DPRD Kaltim, ada delapan perempuan.
Ananda Emira Moeis, salah satu yang masuk dalam komposisi wakil ketua. Dia mengaku senang sekaligus bangga atas terpilihnya dirinya sebagai unsur pimpinana DPRD Kaltim.
Tak bermaksud jumawa, dia berharap posisinya bisa menjadi pemantik semangat bagi perempuan-perempuan hebat lainnya di Kaltim. Agar dapat tampil dan memberi sumbangsih bagi pembangunan Kaltim.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyebut, perempuan bisa memberi warna di setiap sektor. “Jika saya bisa berada di sini, kalian juga bisa,” beber Ananda baru-baru ini.
Ananda menekankan, pentingnya regenerasi dan pemberdayaan perempuan di Katim. Malang melintang di dunia politik, Ananda percaya dan yakin kontribusi generasi muda sangat dinantikan. Memberikan sumbangsih pemikiran dan tindakannya.
Dia mengaku, akan memperjuangkan kesejahteraan hak-hak perempuan. Posisi sebagai legislator , menurut Ananda merupakan kesempatan dan momentum paling tepat yang dimilikinya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat secara langsung.
“Kami akan berusaha maksimal untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Kaltim,” ungkapnya.
Ananda berkomitmen berperan aktif sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Apalagi ini periode keduanya. Tanggung jawab sebagai wakil rakyat tidak hanya berhenti pada jabatan dan partisipasi, melainkan memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik.
“Kita harus pastikan suara masyarakat dan kepentingan publik diperjuangkan dengan sungguh-sungguh,” kata dia.
Nanda memegang jabatan pula di partai. Dia sebagai sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Kaltim menyatakan terima kasih kepada partainya. Sudah memberikan ruang untuk berkembang. Ananda mengapresiasi partainya secara nyata mendorong partisipasi perempuan dalam politik.
“Saya bangga dengan PDI Perjuangan yang terus mendorong partisipasi perempuan,” sebut Cucu IA Moeis tersebut.
Adapula, Yenni Eviliana yang mengutarakan pendapat serupa, Ia mengaku senang dan mengharapkan keterlibatan aktif kaum perempuan dalam menentukan kebijakan publik. Seperti yang dirinya lakukan bersama perempuan tangguh lainnya di DPRD Kaltim.
Yenni dalam periode ini diamanahi sebagai Wakil ketua III DPRD Kaltim. “Suatu kebanggaan bagi kami kaum perempuan, saya dan Ibu Ananda bisa menempati posisi ini,” sebut Yenni.
Dia berharap perempuan lain di Kaltim bisa ikut unjuk gigi. Ikut terjun dalam dunia politik, mengingat target nasional keterwakilan perempuan idealnya berada di angka 30 persen. Sementara Kaltim belum mencapai angka tersebut. “Siapa tahu nanti keterwakilan perempuan bisa mencapai 30 persen,” ujarnya.
Yenni berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama hak-hak perempuan. Menurutnya keterwakilan perempuan di parlemen merupakan salah satu kunci agar isu-isu perempuan dapat lebih diperhatikan dan diprioritaskan.
Politisi perempuan asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berjanji akan terus mendorong agar suara perempuan di Kaltim semakin terdengar di kancah politik. Ranah pengambilan kebijakan, Ia berharap lebih banyak lagi perempuan yang terlibat dalam dunia politik dan dapat memberi dampak yang positif dari kebijakan yang diambil.
“Perempuan biasanya memiliki perspektif yang unik dalam menyelesaikan berbagai masalah,” ucapnya seraya tersenyum.
Lebih lanjut, Yenni berujar akan menekankan terjalinnya sinergi dan kolaborasi unsur pimpinan dari partai lain. Kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kaltim dapat lebih mudah tercapai melalui kerjasama yang solid antar partai politik.
Yenni menegaskan, perbedaan partai politik tidak boleh menjadi penghalang kepentingan rakyat Kaltim.
“Sinergi yang baik akan menghantarkan kita untuk mencapai pembangunan yang merata dan inklusif,” beber Yenni. (adv/dprdkaltim/min)






