Presiden Dilarang Angkat Piala? Ini Penjelasannya

Presiden RI Prabowo Subianto (jaket putih) saat memberikan trofi kepada Timnas Indonesia. (Foto : instagram Timnas Indonesia).

Linikaltim.id. NASIONAL — Presiden RI Prabowo Subianto terlihat memegang trofi bersama Presiden FIFA Gianni Infantino dalam seremoni juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Momen tersebut terjadi setelah Timnas Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Bacaan Lainnya

Prabowo bersama Infantino membawa trofi ke atas panggung dan tampak memegang diserahkan kepada kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks. Prabowo sempat mengangkat trofi barulah dia perlahan bergeser pergi.

Setelah itu, para pemain Indonesia mengangkat trofi sebagai bagian dari perayaan kemenangan.

Fenomena serupa pernah terjadi di Amerika Serikat. Pada final FIFA Club World Cup 2025, Presiden AS Donald Trump menyerahkan trofi kepada kapten Chelsea, Reece James, setelah Chelsea mengalahkan Paris Saint-Germain 3-0.

Namun, setelah menyerahkan trofi, Trump tidak langsung meninggalkan panggung. Ia tetap berdiri di antara para pemain ketika James mengangkat trofi. Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengarahkan Trump untuk bergeser, sebelum akhirnya Trump meninggalkan panggung.

Kapten Chelsea Reece James mengatakan dirinya sebelumnya diberi tahu bahwa Trump akan menyerahkan trofi kemudian meninggalkan panggung. Namun Trump memilih tetap berada di sana ketika para pemain merayakan kemenangan.

Lantas, apakah presiden sebenarnya dilarang mengangkat trofi sepak bola?

Sebenarnya, tidak ada larangan universal FIFA yang secara otomatis melarang seorang kepala negara menyentuh atau mengangkat trofi. Yang membedakan adalah fungsi dan konteks pengangkatan trofi tersebut dalam seremoni.

Beberapa alasan presiden tidak diperkenankan ikut mengangkat:

1. Piala adalah simbol kemenangan pemain dan tim. Tradisinya, kapten atau pemain yang mewakili tim yang mengangkat trofi.

2. Protokol penyerahan trofi. Dalam pertandingan resmi, ada tata cara siapa yang menyerahkan dan siapa yang menerima piala.

3. Menghindari kesan mengambil momen kemenangan atlet. Presiden bisa hadir dan menyerahkan atau memberikan ucapan selamat, tetapi biasanya trofi tetap diangkat oleh kapten.

4. Bukan larangan hukum. Presiden secara fisik tentu boleh menyentuh atau mengangkat piala, selama tidak bertentangan dengan protokol penyelenggara.

Secara tradisional, trofi kemenangan diberikan kepada tim juara dan kemudian diangkat oleh kapten atau para pemain sebagai simbol keberhasilan mereka. Karena itu, ketika seorang presiden hadir dalam seremoni, perannya biasanya sebagai tamu kehormatan, pihak yang menyerahkan penghargaan, atau bagian dari seremoni resmi. (*)

Pos terkait