Proyek Perumahan Grand City Samarinda Dikeluhkan Warga

Linikaltim.id. SAMARINDA – Rencana pengembangan dan pembangunan kawasan Perumahan Grand City di sekitar Perumahan Keledang Mas, Samarinda Seberang, dikeluhkan warga sekitar.

Keluhan ini dibahas bersama dalam pertemuan para pihak di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Senin (2/11/2026).

Bacaan Lainnya

Salah satu dampak negatif yang dikhawatirkan warga adalah persoalan banjir, yang mana selama ini masih terjadi di kawasan Jalan Bung Tomo.

Warga juga mengeluhkan jam operasional pembangunan. Sehingga kebisingan menganggu warga saat waktu istirahat, malam.

Sebenarnya, telah ada sembilan poin kesepakatan antara warga dan pengembang dalam pertemuan pada 12 Oktober 2026.

Kesepakatan tersebut mencakup aspek teknis pembangunan, jam operasional pekerjaan, pengendalian debu, hingga mitigasi banjir.

Camat Samarinda Seberang, Aditya, mengungkapkan bahwa pihak kecamatan masih melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan sembilan poin kesepakatan tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan, masih terdapat beberapa hal yang belum berjalan maksimal. Salah satunya terkait aktivitas pekerjaan yang melewati jam operasional.

“Kami juga terus memantau terhadap pelaksanaan sembilan kesepakatan tersebut. Tadi kami mendengarkan ternyata ada hal-hal yang mungkin belum dapat direalisasikan secara maksimal oleh pengembang,” bebernya di DPRD Samarind.

Aditya menambahkan, pihak kecamatan berencana kembali berkomunikasi dengan manajemen lapangan pengembang untuk memastikan ketentuan operasional pekerjaan dipatuhi.

Sementara itu, Kalimantan Division Head Grand City Land, Limjan Tambunan, menjelaskan bahwa pihaknya membangun peningkatan jalan sebagai bagian dari upaya pengembang memperbaiki kondisi infrastruktur sekaligus mengatasi persoalan aliran air di kawasan tersebut.

Ia menyebutkan, rencana peningkatan jalan dilakukan dengan memperlebar ruang jalan dari 18 meter menjadi 23 meter. Lebar perkerasan jalan yang sebelumnya sekitar enam meter juga direncanakan meningkat menjadi sembilan meter.

Menurut Limjan, salah satu persoalan yang sedang diperbaiki adalah penyempitan aliran atau bottleneck di kawasan Jalan Bung Tomo yang dinilai menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air.

“Yang kami teliti ini, hujan begini, air itu tidak ngalir. Karena dari belakang ke depan itu cenderung rata. Itu yang sedang kami perbaiki,” jelasnya.

Limjan juga memastikan jalan yang ditingkatkan nantinya tidak akan ditutup dan tetap dapat digunakan masyarakat selama 24 jam.

Ia berharap peningkatan infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga sekaligus membantu mengurangi persoalan genangan air. (*)