Samarinda Kebagian 1.000 Beasiswa PIP, NasDem Turut Perjuangkan Aspirasi

Para penerima beasiswa PIP berfoto bersama perwakilan Partai NasDem. Hadir Abdul Giaz dari DPRD Kaltim dan Maswedi dari DPRD Samarinda. (Foto dok. pribadi).

Linikaltim.id. SAMARINDA – Program Indonesia Pintar (PIP) disalurkan kepada sejumlah pelajar di Kota Samarinda. Partai Partai Nasional Demokrat (NasDem) turut ambil bagian memperjuangkan kuota penyalurannya.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Maswedi, mengatakan penyaluran bantuan PIP telah dilakukan pada Senin (10/08/2026).

Bacaan Lainnya
Siswa SMA 9 dari Samarinda Utara kebagian beasiswa PIP. Buah dari bagian aspirasi oleh anggota DPR RI Nabil Husein, putra daerah Samarinda dari fraksi Partai NasDem. (Foto dok. pribadi).

 

Penyerahan bantuan PIP di antaranya SMA Negeri 9 Samarinda dan SMP Negeri 47 Samarinda.

Alhamdulillah, Senin kemarin kami menyerahkan beasiswa Program Indonesia Pintar,” kata Maswedi, di kantor DPRD Samarinda, Kamis (13/08/2026).

Ia menjelaskan, bantuan PIP di Kaltim juga bagian dari aspirasi anggota DPR RI, Nabil Husein dari fraksi Partai NasDem dari Samarinda.

Secara keseluruhan, aspirasi PIP yang diperjuangkan tersebut ditargetkan dapat menjangkau sedikitnya 1.000 penerima di Samarinda.

Menurut Maswedi, penerima bantuan tersebar pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Untuk penyaluran yang telah dilakukan, tercatat sejumlah siswa dari beberapa sekolah menerima bantuan tersebut.

Di SMK Negeri 18 Samarinda terdapat 23 penerima. Sementara di SMP Negeri 47 Samarinda tercatat 32 siswa masuk dalam nominasi dan 93 siswa telah menerima bantuan.

Sedangkan di SMA Negeri 9 Samarinda, sebanyak 25 siswa tercatat sebagai penerima nominasi dan dua siswa telah menerima bantuan.

Maswedi menyebut jumlah tersebut masih merupakan bagian dari keseluruhan penerima PIP yang tersebar di Samarinda.

Maswedi menegaskan, penyaluran PIP diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Menurutnya, akses terhadap bantuan pendidikan perlu terus diperluas sehingga siswa dari keluarga yang membutuhkan tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah.

Ia juga menyampaikan bahwa data keseluruhan penerima akan diperinci kembali agar jumlah penerima dan distribusi bantuan di setiap jenjang pendidikan dapat diketahui secara jelas.

Beasiswa PIP berbeda dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP). PIP diinisiasi pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai program prioritas dalam agenda Nawacita. Dimulai sekitar tahun 2014, dilaksanakan melalui kementerian terkait. (Adv/dprdsmr)

Pos terkait