Urai Kemacetan di Akses ke “Jalan Pintas”

SKEMA BARU: Dishub Samarinda mengatur alur lalu lintas dengan memasang road barrier di persimpangan Jalan Gatot Subroto-Jalan S Parman untuk mengurai kemacetan, Kamis (20/6).

Pasang Road Barrier, SPBU dan Retail Modern Disebut Picu Penumpukan Kendaraan

Linikaltim.id SAMARINDA. Akses jalur tembusan di eks Bandara Temindung yang dibangun Pemprov Kaltim, menghubungkan Jalan S Parman, Kecamatan Sungai Pinang menuju Jalan KH Samanhudi, Kecamatan Samarinda Ilir, muncul masalah baru. Tepat persimpangan Jalan Gatot Subroto (depan SPBU), sering menimbulkan kemacetan.

Bacaan Lainnya

Arus lalu lintas meningkat sejak dibuka. Tak jauh dari persimpangan itu terdapat persimpangan lain dengan jarak kurang dari sekitar 50 meter (simpang Jalan Hasan Basri-Ahmad Yani II-Jalan S Parman). Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda Didi Zulyani menjelaskan, kemacetan sering terjadi disebabkan arus lalu lintas meningkat. Pemasangan road barrier hari ini sebagai uji coba skema arus lalu lintas baru untuk melihat dampak perubahan kemacetan.

“Pengalihanya kendaraan yang melintas dari arah dari Jalan KH Samanhudi langsung belok ke kiri (Jalan Gatot Subroto), sebaliknya dari Jalan Gatot Subroto ke kiri menuju simpang empat. Sementara dari arah Jalan S Parman bisa melalui dua jalur sekaligus, ke Gatot Subroto dan akses tembusan ke Jalan KH Samanhudi,” sebutnya.

Pola jalur masih dalam uji coba. Ketika hasilnya baik, Dishub merekomendasikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda untuk dibuatkan median jalan. “Dilihat nanti, apakah masih menimbulkan kemacetan atau tidak,” sambungnya.

Disinggung perihal keberadaan SPBU dan retail modern yang aktif beroprasi di kawasan tersebut, Didi menegaskan, dua usaha tersebut dapat menimbulkan kemacetan. Sebab, jika antrean panjang tercipta, kondisi itu bisa memakan badan jalan. Ketika warga ramai di retail modern, alur lalu lintas bisa tersendat. “Idealnya di persimpangan tidak ada aktivitas usaha yang menimbulkan kerumunan. Itu bisa menyebabkan kemacetan. Namun, sudah terlanjur, warga yang mengisi di SPBU kami arahkan langsung ke kiri menuju traffic light,” tutupnya.