Linikaltim.id, SAMARINDA – Efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat oleh Presiden RI Prabowo Subianto tidaklah berarti pemotongan anggaran, melainkan pengalokasian yang lebih baik.
Tujuan dari efisiensi anggaran tersebut untuk mengurangi belanja yang tidak efektif dan tidak efisien.
“Belanja yang tidak efektif dan tidak efisien adalah perjalanan dinas yang tidak penting,” kata Walikota Andi Harun di konferensi pers Balaikota Samarinda, Minggu (16/02/2025).
Andi Harun menambahkan perjalanan dinas yang tidak penting dapat digantikan dengan teknologi, seperti zoom meeting.
“Anggaran yang seharusnya digunakan untuk perjalanan dinas dapat dialokasikan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat,” ujarnya.
Dikatakan Andi Harun, bahwa efisiensi anggaran ini tidak hanya dilakukan di tingkat pemerintahan pusat, melainkan juga di tingkat daerah.
“Pemerintah daerah juga harus melakukan efisiensi anggaran untuk mengurangi belanja yang tidak efektif dan tidak efisien,” ujarnya.
Bahwa efisiensi anggaran ini tidak akan mengganggu kegiatan pembangunan, anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pembangunan akan tetap digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, anggaran yang seharusnya digunakan untuk kegiatan yang tidak bermanfaat dapat dialokasikan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.






