Linikaltim.id. SAMARINDA – Kekhawatiran masyarakat kembali mencuat setelah beredar informasi terkait kerusakan flyover di Kota Samarinda. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera turun tangan menginvestigasi kondisi tersebut karena menyangkut keselamatan pengguna jalan.
“Karena konsep flyover jadi ini kan berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan. Jadi kita minta segera OPD terkait untuk segera melakukan investigasi, kemudian kalau benar dari berita yang beredar itu kerusakan yang terjadi bisa segera diperbaiki. Karena sekali lagi ini persoalannya terkait dengan keselamatan para pengguna jalan,” tegas Abdul Rohim, Kamis (28/8/2025).
Ia menambahkan, mekanisme penanganan tidak harus menunggu surat resmi dari DPRD. Begitu informasi beredar, OPD terkait sudah sepatutnya langsung melakukan pemeriksaan lapangan.
“Enggak, itu kan karena sudah beredar maka OPD langsung saja untuk melakukan investigasi untuk pertama mengecek kebenaran terkait dengan kerusakan. Dan kerusakan itu kan juga perlu diperiksa apakah ini kerusakannya ringan atau sampai pada kerusakan struktur yang itu bisa tadi bisa mengancam keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.
Menurut Abdul Rohim, jika kerusakan terbukti berat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) wajib segera mengambil langkah perbaikan.
“Kalau faktanya memang terjadi kerusakan dan itu berat, dan jika tidak segera ditindaklanjuti akan mengancam keselamatan para pengguna jalan maka pihak terkait terutama PUPR bisa segera untuk mengambil tindakan,” katanya.
Ia juga menekankan, tanggung jawab penanganan flyover ada pada dua pihak, yakni Dishub untuk pengawasan dan PUPR untuk perbaikan.
“Segera ditindaklanjuti dengan informasi yang beredar, karena sekali ini fasilitas publik terkait dengan keselamatan pengguna jalan, segera diperiksa di lapangan dan kalau memang ada kerusakan segera ditindaklanjuti dalam bentuk perbaikan,” pungkasnya.
Flyover Samarinda sempat mengalami keretakan pada 2021 yang membuat masyarakat khawatir. Lebih jauh ke belakang, pada pertengahan 2016, saat menjelang peresmian, konstruksi jalan layang tersebut juga pernah ambruk sehingga memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas bangunan.



