Legislator Sani Bin Husain Tebar 400 Kupon Subsidi Sembako

Sani Bin Husain, anggota DPR Samarinda. (Foto : Eko Setyo)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Inisiatif dilakukan Sani Bin Husain sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda dalam merespons tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini. Melalui program mandiri bertajuk Ayo Belanja di Toko Tetangga, ia menyalurkan subsidi kebutuhan pokok menggunakan dana pribadi.

Program tersebut memungkinkan warga memperoleh sejumlah komoditas penting seperti gas LPG 3 kilogram (kg), gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 1 liter dengan harga tebus hanya Rp10.000 per item. Harga ini dinilai sangat terjangkau dan bahkan disebut sebagai salah satu yang termurah secara nasional.

Bacaan Lainnya

Sani menjelaskan, gagasan itu muncul dari interaksi sehari-hari dengan pemilik warung kelontong di lingkungan tempat tinggalnya. Dari obrolan santai tersebut, ia menangkap adanya penurunan omzet yang signifikan di kalangan pelaku usaha kecil.

“Keluhan yang sering saya dengar itu soal sepinya pembeli. Toko-toko kecil, termasuk toko Madura, merasakan dampaknya,” kata Sani di Kantor DPRD Kota Samarinda, Selasa (26/5/2026).

Ia menilai ada dua faktor utama yang memicu kondisi tersebut, yakni melemahnya daya beli masyarakat akibat terbatasnya lapangan pekerjaan, serta kenaikan harga bahan pokok yang dipengaruhi situasi global dan nasional.

Berangkat dari kondisi itu, Sani mencoba merancang solusi yang tidak hanya membantu masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di tingkat bawah. Ia kemudian menggagas sistem kupon subsidi.

Dalam mekanismenya, kupon dibagikan secara gratis kepada warga sekitar. Kupon tersebut dapat digunakan di toko kelontong mitra untuk membeli sembako dengan harga Rp10.000, sementara selisih harga dibayarkan langsung oleh Sani dari dana pribadinya.

“Ini konsepnya saling menguntungkan. toko mendapatkan peningkatan omzet, sementara masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga sangat murah,” jelasnya.

Tingginya antusiasme warga membuat program ini berkembang di luar rencana awal. Sani mengaku awalnya hanya menargetkan pelaksanaan selama satu minggu, namun permintaan yang terus meningkat membuatnya menambah jumlah kupon.

“Awalnya saya pikir cukup seminggu. Tapi karena kebutuhan warga tinggi, bahkan ada yang datang tengah malam meminta bantuan, akhirnya saya tambah lagi. Sekarang sudah hampir 400 kupon yang beredar,” ungkapnya.

Ia menegaskan seluruh pembiayaan program berasal dari kantong pribadi, tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Konsekuensinya, ia harus melakukan penyesuaian dalam pengeluaran keluarga.

“Secara materi tentu terasa, tapi ada kepuasan tersendiri saat melihat warga terbantu dan toko-toko kecil kembali ramai. Kami di rumah juga berhemat,” tuturnya.

Menurut Sani, langkah tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya.

Ia menilai kondisi sulit saat ini menuntut tindakan konkret, bukan sekadar wacana.

“Ini bagian dari kesetiakawanan. Pejabat tidak boleh jauh dari realitas masyarakat. Harus ikut merasakan dan mencari solusi,” tegasnya.

Terkait keberlanjutan program, Sani mengaku belum dapat memastikan hingga kapan bantuan tersebut akan berlangsung.

Ia berharap kondisi ekonomi ke depan dapat membaik sehingga harga kebutuhan pokok kembali stabil dan masyarakat tidak lagi terbebani. (adv/dprdsmr)

Pos terkait