Linikaltim.id. SAMARINDA. Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda mengingatkan Perumdam Tirta Kencana agar tidak hanya berfokus mengejar target cakupan layanan air bersih 100 persen. Tetapi juga memastikan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat tetap terjaga.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memang menargetkan seluruh masyarakat dapat menikmati layanan air bersih pada akhir masa jabatan Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Namun menurutnya, keberhasilan target tersebut tidak cukup hanya diukur dari banyaknya sambungan rumah yang terpasang.
“Target 100 persen itu bagus. Tetapi jangan hanya mengejar pemasangan pipa. Yang lebih penting masyarakat benar-benar mendapatkan air bersih dengan kualitas yang baik dan mengalir selama 24 jam,” kata Iswandi, di Kantor DPRD Samrinda, Rabu (01/07/2026).
Ia menilai pelayanan air bersih harus dilihat secara menyeluruh, mulai dari kontinuitas distribusi hingga kualitas air yang diterima pelanggan.
“Kalau hanya memasang sambungan itu relatif mudah. Tapi apakah airnya mengalir terus? Bagaimana kualitas airnya? Jangan sampai masyarakat sudah punya sambungan, tetapi air tidak mengalir atau masih keruh,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga meminta Perumdam menyampaikan data perkembangan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) setiap tahun sebagai bahan evaluasi efektivitas pengelolaan jaringan distribusi.
“Sekarang angkanya disebut sekitar 38 persen. Kami ingin melihat apakah setiap tahun mengalami penurunan atau justru meningkat? Dari situ nanti bisa diketahui, apa yang harus dibenahi?” ujarnya.
Menanggapi itu Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana, Kaharuddin, menjelaskan perusahaan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sesuai arahan manajemen. Salah satunya dengan memperbaiki kualitas air yang diterima pelanggan dan meminimalkan gangguan distribusi.
“Fokus kami memang peningkatan pelayanan. Masalah kualitas air, kelancaran distribusi hingga persoalan kekeruhan terus kami benahi supaya tidak kembali terjadi,” katanya.
Ia menambahkan saat ini cakupan pelayanan Perumdam telah mencapai sekitar 85 persen. Sisanya masih berada di wilayah yang membutuhkan pembangunan jaringan baru karena kondisi geografis dan jarak permukiman yang cukup berjauhan.
Meski menghadapi sejumlah kendala teknis, Perumdam tetap berkomitmen mendukung target perluasan layanan air bersih secara bertahap tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada pelanggan yang sudah ada.
“Dari sisi pelayanan tentu kami terus berupaya meningkatkan kualitas sekaligus memperluas jaringan agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)






