Kebakaran Hutan di Kaltim Tembus 6.684 Hektare

Pada Rabu (16/9/2026) ketebalan dan kepekatan asap di Kota Samarinda meningkat tajam. Jarak pandang mulai berkurang. (Foto ist).

Linikaltim.id. SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) per 22 September 2026 dilaporkan mencapai 6.684,34 hektare (ha).

Data tersebut resmi dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui akun resmi instagram.

Bacaan Lainnya

Pada 22 September saja tercatat tiga firespot dengan luas lahan yang terbakar sekitar 22 ha. Pada hari yang sama, BPBD juga mencatat 1.380 titik hotspot di wilayah Kaltim.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibanding data yang disampaikan BNPB pada 14 September 2026.

Saat itu, berdasarkan data BPBD Kaltim, luas area terbakar sejak Januari hingga September tercatat sekitar 5.708,96 hektare.

Dari 24 kejadian kebakaran yang terpantau pada 13 September dengan estimasi luas 712,94 hektare, sekitar 392,99 hektare telah berhasil dipadamkan melalui operasi darat dan udara.

Sementara berdasarkan pembaruan Pemprov Kaltim pada 22 September, sepanjang Januari hingga 21 September telah terjadi sekitar 1.470 kejadian dengan total luasan mencapai 6.333 hektare. Khusus September, luasan yang terbakar mencapai sekitar 2.505 hektare dari 608 kejadian.

Kukar Terluas Kebakaran Lahan

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi wilayah dengan area terdampak terbesar, mencapai sekitar 2.026 ha.

BPBD Kaltim juga mencatat sebagian besar kebakaran terjadi di luar kawasan hutan. Dari total 6.333 ha yang tercatat hingga 21 September, sekitar 4.500 hektare berada di luar kawasan hutan, sedangkan sekitar 1.700 hektare berada di dalam kawasan hutan.

Kondisi cuaca kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar dan api lebih cepat meluas. Pemprov Kaltim juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena api dapat dengan cepat menyebar dalam kondisi kering. (*)

Pos terkait