Branding Pasar Pagi Baru Akan Digali dengan FGD

Nurrahmani Kepala Dinas Perdagangan Samarinda. (Foto : Eko Setyo)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda mulai menyiapkan konsep baru untuk menghidupkan kembali Pasar Pagi.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan pakar, akademisi, pengelola pasar, hingga berbagai pemangku kepentingan.

Bacaan Lainnya

Kepala Diadag  Samarinda, Nurrahmani, mengatakan revitalisasi Pasar Pagi tidak hanya berbicara soal penataan kios. Tetapi juga bagaimana membangun identitas dan citra baru pasar tradisional tersebut.

“Kami sepakat nanti akan ada FGD dengan pakar dan pihak-pihak terkait untuk mem-branding Pasar Pagi ini seperti apa ke depannya,” kata Nurrahmani, di Kantor DPRD Samarinda, Jumat (21/08/2026).

Menurutnya, Pasar Pagi memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat perdagangan di Samarinda. Karena itu, konsep pengembangannya harus disusun secara matang agar mampu menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja.

Disdag berencana mengundang berbagai unsur, termasuk pelaku ekonomi kreatif dan instansi terkait, untuk memberikan masukan mengenai konsep penataan dan branding pasar.

Nurrahmani menilai masukan dari berbagai pihak penting agar Pasar Pagi tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga memiliki daya tarik sebagai ruang publik dan destinasi belanja masyarakat.

FGD tersebut juga akan membahas kemungkinan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat tanpa mengganggu aktivitas pedagang yang sudah berjualan di dalam pasar.

“Kami ingin ada sumbang saran dari semua pihak, sehingga konsep Pasar Pagi ke depan benar-benar sesuai kebutuhan pedagang dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap hasil FGD nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun program revitalisasi Pasar Pagi secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, Disdag optimistis Pasar Pagi dapat memiliki wajah baru yang lebih hidup, tertata, dan mampu bersaing sebagai pusat perdagangan tradisional di Kota Samarinda. (*)

Pos terkait