Linikaltim.id TENSI tinggi mewarnai permulaan debat publik kedua kandidat calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Kaltim pada Minggu (3/11/2024) malam.
Kelar pembacaan tata tertib (tatib), Hadi Mulyadi sebagai cawagub menginterupsi. “Interupsi, cagub maupun wagub bisa saling melempar kewajiban untuk menjawab. Pasal nomor 8, tidak sesuai,” tegasnya.
Hadi menyebut, tatib yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyalahi Peraturan KPU (PKPU) 13/2024 dan pedoman teknis keputusan 1363/2024.
Meski begitu, pembawa acara menyebut acara sudah sesuai aturan. Sontak memancing reaksi publik yang saling sahut menyahut. Pembawa acara dibuat kewalahan menenangkan pemirsa. Meski begitu acarapun dilanjutkan.
Dalam tampilan publik kali ini, pasangan calon (paslon) nomor 2, Rudy Mas’ud-Seno Aji kurang menggembar gemborkan program gratis poll.
Rudy-Seno kompak, konsisten memuarakan pernyataan maupun jawaban ke aplikasi Sakti (Satu Akses Kalimantan Timur).
Janji keduanya, aplikasi ini mampu menjadi jembatan komunikasi langsung antara masyarakat dengan gubernur tanpa birokrasi berbelir.
Sementara itu, paslon nomor 1 lebih banyak menyampaikan pencapaian 5 tahun sebelumnya saat
menjabat. Cagub Isran Noor pun banyak menimpali pertanyaan dengan data yang dianggapnya prestasi selama kepemimpinannya. (*)





