Linikaltim.id. TENGGARONG – Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah meraih Juara 3 Lomba Ketahanan Pangan Desa dan Pedesaan Tahun 2025. Inovasi budidaya ayam petelur omega menjadi kunci keberhasilan desa ini menonjol di antara ribuan desa lain di Indonesia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti kolaborasi kuat antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Prestasi ini merupakan bukti nyata kerja keras seluruh elemen desa, mulai dari pemerintah desa hingga masyarakat, dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya.
Ia menilai Loa Duri Ilir berhasil menjadi contoh bagaimana program ketahanan pangan dapat berjalan inovatif dan berkelanjutan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pangan, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, dan kemandirian masyarakat. Desa Loa Duri Ilir telah membuktikan hal itu,” tegas Arianto.
Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut lahir dari keberanian desa mencari terobosan di tengah banyaknya program ketahanan pangan serupa.
“Hampir semua desa menggunakan dana desa untuk program ketahanan pangan, tetapi kami mencoba berinovasi. Tidak hanya beternak ayam petelur biasa, kami mengembangkan ayam petelur omega,” jelasnya.
Inovasi telur omega ini kemudian membawa Loa Duri Ilir menjadi wakil Kalimantan Timur dan akhirnya menembus posisi tiga besar nasional.
Program ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada produksi telur, tetapi juga penguatan rantai pasok melalui produksi pakan mandiri.
Sekitar 40 persen pakan dibuat langsung di desa, menggunakan jagung sebagai bahan utama. Desa bekerja sama dengan petani lokal mulai dari penyediaan bibit hingga pembelian hasil panen, sehingga dua program ketahanan pangan berjalan saling menguatkan.
Fahri menjelaskan bahwa pemasarannya kini semakin meluas. “Telur omega produksi Loa Duri Ilir kini telah dipasarkan ke Big Mall dan berbagai supermarket di Samarinda, dengan suplai yang sepenuhnya berasal dari desa,” ujarnya.
Program ini telah berjalan sekitar satu tahun dan dikelola oleh BUMDes bersama masyarakat. Warga yang memiliki ternak dapat membeli pakan dari BUMDes, sementara hasil telurnya dibantu pemasarannya. Tak hanya menggerakkan ekonomi, inovasi ini juga berperan sosial.
“Bahkan, warga kurang mampu di wilayah kami mendapat bantuan berupa ayam dan kandang untuk menunjang ekonomi serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” imbuh Fahri.
Prestasi ini mengukuhkan Loa Duri Ilir sebagai desa pelopor ketahanan pangan di Kukar, sekaligus memperkuat posisi Kukar sebagai daerah yang serius membangun kemandirian pangan berbasis inovasi desa. (Adv/DPMD Kukar)





