DPMD Kukar Jemput Bola Cek Kesehatan Lansia di Loa Duri Ulu lewat Posbindu PTM

GRATIS: Lansia saat dicek kesehatan di Posbindu PTM di RT 19, Desa Loa Duri Ulu. (Ist)
GRATIS: Lansia saat dicek kesehatan di Posbindu PTM di RT 19, Desa Loa Duri Ulu. (Ist)

Linikaltim.id. KUTAI KARTANEGARA. Upaya peningkatan layanan kesehatan berbasis komunitas terus digaungkan di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan. Melalui kegiatan rutin Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM), warga lanjut usia (lansia) mendapatkan pemeriksaan dan edukasi kesehatan secara langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kegiatan terbaru berlangsung di RT 19, Kamis (17/4/2025), dengan layanan cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta penyuluhan gaya hidup sehat. Program itu merupakan kolaborasi antara Pemerintah Desa Loa Duri Ulu, puskesmas setempat, dan kader Posbindu.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Loa Duri Ulu Muhammad Arsyad menyebut, pendekatan jemput bola menjadi strategi efektif untuk menjangkau warga rentan. Dia mengatakan, kegiatan dilakukan secara bergiliran di seluruh RT setiap bulan.

“Posbindu PTM kami laksanakan di setiap RT setiap bulannya, secara bergiliran untuk pelayanan kesehatan. Jadi langsung jemput bola,” ujarnya, Sabtu (19/7/2025).

Menurutnya, pemeriksaan tak hanya menyasar lansia, tapi juga kelompok usia lainnya. Bahkan, program yang sudah berjalan tiga tahun itu juga menjadi jalur awal deteksi warga yang memerlukan rujukan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan.

Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, lokasi pemeriksaan dipilih di tempat yang mudah diakses warga, seperti rumah ketua RT, tempat ibadah, hingga fasilitas milik perusahaan sekitar. Untuk mendorong partisipasi, warga juga diberi doorprize berupa kebutuhan rumah tangga seperti sabun, minyak goreng, dan deterjen.

Seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma. “Pemeriksaan kesehatan itu gratis, tidak ada pungutan biaya,” tegas Arsyad.

Program itu sekaligus menjadi contoh nyata kolaborasi multipihak dalam mendukung kesehatan preventif berbasis desa. Pemerintah desa berharap praktik baik ini bisa direplikasi di wilayah lain dalam mendukung agenda desa sehat dan mandiri. (Adv/DPMD Kukar)

Pos terkait