BUMDes dan UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Baru, Desa Perjiwa Kian Berdaya Saing

Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi

Linikaltim.id. TENGGARONG SEBERANG – Pemerintah Desa Perjiwa di Kecamatan Tenggarong Seberang terus mengakselerasi pembangunan ekonomi kerakyatan melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemberdayaan pelaku UMKM. Langkah ini menjadi strategi utama untuk mendorong kemandirian ekonomi warga sekaligus memantapkan posisi Perjiwa sebagai desa berdaya saing di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi, mengatakan bahwa BUMDes berperan penting sebagai penggerak roda ekonomi desa karena mampu menghadirkan nilai tambah pada hasil sumber daya lokal.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin hasil pertanian dan produksi masyarakat tidak hanya dijual secara mentah. Melalui BUMDes, kami menghadirkan nilai tambah agar pendapatan warga meningkat,” ujar Erik.

Saat ini BUMDes Perjiwa tengah merintis program olah gabah menjadi beras kemasan khas Perjiwa, yang diproyeksikan sebagai produk unggulan desa. Tahap produksi masih dalam proses pembelajaran dan uji coba, namun pemerintah desa optimistis brand beras lokal ini mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain penguatan BUMDes, Perjiwa juga memberi perhatian serius pada sektor UMKM. Pelaku usaha lokal terus difasilitasi untuk memiliki ruang promosi, salah satunya melalui keikutsertaan pada Pesta Erau Adat Kutai 2025. Ajang budaya tahunan tersebut membuka peluang besar bagi pelaku UMKM berinteraksi dengan pembeli dari berbagai daerah.

“Dampaknya luar biasa untuk ekonomi warga. Banyak pengunjung membeli produk lokal kami,” ungkap Erik.

Kerajinan tangan, olahan pangan, dan suvenir khas Perjiwa menjadi daya tarik pengunjung. Menurut Erik, dukungan terhadap UMKM bukan hanya soal pemasaran, tetapi juga penguatan identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap kearifan lokal.

Upaya peningkatan kapasitas UMKM Perjiwa turut diperkuat melalui kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar dan Tim Penggerak PKK dalam program Dedikasi Kukar Idaman. Pendampingan dilakukan untuk mendorong usaha kecil naik kelas, mulai dari pelatihan produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

Dengan semakin kuatnya peran BUMDes dan meningkatnya kapasitas pelaku UMKM, Desa Perjiwa kini terus bergerak menuju ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan. (Adv/DPMD Kukar)

Pos terkait