Linikaltim.id. SAMARINDA. Kondisi memprihatinkan SDN 020 Samarinda Utara. Berdiri sejak 1983 berada di kawasan lereng terjal selayaknya mendapat renovasi menyeluruh. Bahkan pembangunan ulang, yang kabarnya baru sebatas rencana dari dulu.
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Sri Puji Astuti turut dalam kunjungan ke sekolah, Kamis (7/8/2025).
Dia menyebut sekolah ini menghadapi berbagai keterbatasan mendasar.
Akses jalan yang sempit dan menanjak, ketiadaan air bersih, hingga kondisi bangunan yang mulai rusak menjadi tantangan nyata bagi proses belajar-mengajar.
“Bangunannya sudah lama, saya pertama kali ke sini sejak era Wali Kota (Samarinda) Syaharie Jaang. Sampai sekarang persoalan air dan akses jalan belum juga beres. Bahkan air masih mengandalkan tadah hujan,” cerita Puji, di lokasi.
Awalnya, pembangunan ulang sekolah ini masuk dalam skema Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. Namun, hingga kini belum ada kejelasan soal pelaksanaannya.
Oleh karenanya, kata Puji, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda harus siap mengambil alih agar proyek ini bisa segera berjalan. Pasalnya, kenyamanan dan keamanan murid harus menjadi prioritas pembangunan.
Puji menyebut, saat ini SDN 020 memiliki sekitar 167 siswa yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar (rombel). Dengan kondisi bangunan yang tidak lagi layak, pembangunan ulang dinilai sudah mendesak.
“DED-nya (Detail Engineering Design,red.) sudah selesai. Rencananya bisa dibangun 2026. Harapannya ini benar-benar terealisasi, karena kondisi sekarang tidak mendukung kenyamanan maupun keselamatan siswa,” tegasnya.
Menurut Puji, bukan hanya bangunan utama yang butuh perhatian, fasilitas seperti air bersih, perpustakaan yang terpisah dari ruang kelas, hingga akses jalan masuk yang berkelok dan curam juga perlu dibenahi.
“Kalau bisa jangan setengah-setengah. Sekolah ini perlu dibenahi total, dari bangunannya sampai akses masuknya,” katanya.
Menjawab opsi direlokasi, Puji menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk memindahkan SDN 020 ke lokasi lain. Dirinya menyarankan perkuat pondasi dan struktur bangunan dengan menyesuaikan kondisi topografi di kawasan tersebut.
“SDN 020 tetap di lokasi ini. Relokasi tidak memungkinkan. Tapi bangunannya harus diperkuat, karena lereng di sekitar sini rawan,” jelasnya.
Terakhir, Puji berharap agar hasil tinjauan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah lantaran kondisi sekolah yang sudah sangat tidak layan dan memperihatinkan.
“Anak-anak berhak mendapatkan tempat belajar yang aman dan layak. Kita harus segera ambil langkah nyata,” tutupnya. (adv/dprdsmr)






