linikaltim.id BALIKPAPAN. Hadirnya Bus City Trans (BCT) di Balikpapan direspons ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang masih eksis beroperasi.
Sejak pukul 09.00 Wita tadi, kawasan Balai Kota dan DPRD Balikpapan nyaris lumpuh. Puluhan sopir angkot menggeruduk dua kantor utama di Kota Minyak, yakni balai kota dan kantor dewan.
Rudi, salah satu sopir yang ikut dalam aksi damai tersebut menjelaskan, aktivitas BCT di beberapa trayek yang melintasi jalur cukup membuatnya kehilangan banyak penumpang.
“Sebelum ada BCT saja penumpang sudah jauh berkurang. Apalagi ada, makinnya berkurang,” ungkapnya. Menurutnya, apa yang disampaikan rekan sesame sopir angkot benar. “Bus itu bisa ‘membunuh’ kami perlahan. Secara pendapatan turun drastis,” imbuhnya.
Pasalnya, setiap sopir angkot harus memikirkan uang yang dibawa pulang untuk membeli makan anak dan istri, bahan bakar minyak (BBM), kemudian setoran ke pemilik angkot.
“Kalau seperti itu terus, makan apa anak-istri. Belum lagi biaya sekolah, ini dan itu, sementara hanya andalkan angkot aja kerja,” ungkap pria yang mengemudikan angkot jurusan Balikpapan Kota tersebut.
Massa meminta pemerintah mempertimbangkan aktivitas BCT. Pasalnya, BCT yang sudah mengaspal di Balikpapan sepekan masih menerapkan tanpa pembiayaan alias gratis. “Ya kalau bisa enggak usah operasi (BCT). Pemasukan hancur, itu jelas mimpi buruk yang jadi kenyataan,” tegasnya.
“Kami ingin pemerintah mendengar permohonan kami. Mencari solusi yang adil dan baik untuk semuanya. Kalau tidak dipenuhi, bisa jadi aksi ini berlanjut terus,” tegasnya.






