Linikaltim.id. SAMARINDA. Penggunaan gadget yang semakin lumrah di kalangan anak dan remaja menjadi perhatian Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai pengawasan dari orang tua menjadi faktor utama untuk mencegah anak mengakses konten yang tidak sesuai maupun terpengaruh perilaku yang berisiko.
Menurutnya, pembatasan penggunaan gadget secara menyeluruh sulit diterapkan mengingat perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari.
“Kalau bicara pembatasan gadget, tentu tidak mudah dilakukan. Yang paling penting adalah bagaimana orang tua memberikan pendampingan dan mengetahui aktivitas anak saat menggunakan gadget,” kata Novan di Kantor DPRD Samarinda, Rabu (29/07/2026).
Novan menjelaskan, pengawasan tersebut tidak hanya diperlukan bagi anak usia dini. Tetapi juga remaja yang sudah duduk di bangku sekolah menengah.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu cara untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan teknologi.
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah melalui kementerian terkait yang telah melakukan pembatasan terhadap sejumlah situs dan konten digital yang dinilai berbahaya.
Namun demikian, ia menilai kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan edukasi di lingkungan keluarga.
“Peran keluarga tetap yang paling utama. Orang tua perlu mengetahui konten yang diakses anak, siapa yang berinteraksi dengan mereka, dan bagaimana penggunaan gadget dilakukan setiap hari,” kata politikus Partai Partai Golongan Karya itu.
Novan menambahkan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengatur penggunaan gadget di ruang publik.
Karena itu, penguatan literasi digital dan edukasi kepada orang tua menjadi langkah yang lebih realistis dibandingkan menerapkan larangan secara menyeluruh.
Menurutnya, pengawasan penggunaan teknologi harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan pemerintah. Dengan kolaborasi tersebut, anak-anak dapat memanfaatkan gadget untuk mendukung proses belajar dan pengembangan diri tanpa terpapar konten maupun aktivitas yang berpotensi merugikan. (adv/dprdsmr)






