Pemkab Kukar Raih Tiga Penghargaan di TTG ke XI Kaltim 2025

Perwakilan dari Desa Lung Anai menerima penghargaan Juara I Olahan Khas Daerah di Pagelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) XI Kaltim berlangsung di Benua Taka Penajam Paser Utara (foto: istimewa/linikaltim.id)

Linikaltim.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara meraih tiga penghargaan dari 5 kategori yang diperlombakan dalam kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-11 Kalimantan Timur tahun 2025 yang berlangsung di kawasan Benua Taka, pusat pemerintahan Kabupaten PPU, 29 April hingga 4 Mei 2025.

Tiga penghargaan yang diraih itu yaitu Juara 3 Posyantekdes (Pos Pelayanan Teknologi Desa) diraih Desa Batuah, Juara I Olahan Khas Daerah diraih Coklat Lung Anai dan Juara 3 Stand Terbaik di TTG diraih Kukar.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, Kukar bisa meraih tiga penghargaan dari ajang TTG tingkat Provinsi Kaltim 2025. Ini menjadi bukti bahwa desa-desa kita punya potensi besar dalam bidang inovasi teknologi berbasis lokal, jelas Kepala DPMD Kukar, Arianto.

Arianto menjelaskan TTG ini merupakan agenda tahunan yang menjadi wadah penting dalam mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat desa, khususnya dalam memanfaatkan teknologi sederhana yang aplikatif dan bernilai ekonomi.

“Keikutsertaan Kukar dalam ajang ini mencerminkan komitmen Pemkab dalam mendorong kemandirian dan pemberdayaan desa melalui inovasi,” katanya.

Diketahui bersama, pegelaran TTG ini untuk mendorong inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di pedesaan. Selama 11 tahun, pemerintah pun menjadi saksi lahirnya berbagai inovasi yang memberi solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Gelar TTG ke-11 ini diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur yang menampilkan sejumlah inovasi teknologi lokal, produk unggulan UMKM, hingga hasil pembangunan daerah melalui stan-stan pameran. TTG kali ini juga menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran ide antarwilayah.

Sebelumnya, Arianto menjelaskan dalam ajang TTG Kaltim, peserta yang dikirimkan oleh DPMD Kukar setiap tahunnya berbeda-beda, bergantung pada kualitas inovasi yang dihasilkan. Peserta yang pernah berpartisipasi sebelumnya di TTG tetap memiliki peluang untuk kembali diikutsertakan jika menunjukkan peningkatan.

“Tiap tahunnya berbeda-beda kecuali ada peningkatan inovasinya atau Posyanteknya bisa kita ikutkan. Tapi kalau ada nanti yang lebih bagus lagi kita ikutkan yang lebih bagus tersebut,” jelasnya.

Produk olahan makanan berbasis kakao yang telah dikembangkan menjadi cokelat siap konsumsi di Desa Lung Anai, menjadi andalan DPMD Kukar. Arianto meyakini inovasi ini memiliki keunggulan kompetitif di tingkat provinsi.

“Saya yakin coklat Lung Anai ini akan mendapatkan hasil yang baik karena memang setahu saya di Kaltim untuk pengolahan kakao jadi produk turunan berupa cokelat cuma ada di Desa Lung Anai,” ungkapnya. (Adv/DPMD Kukar)