Linikaltim.id. NASIONAL. Jauh sebelum ada Vibrasi Suara Indonesia (VISI) hadir, Ahmad Dhani sudah terlebih dulu membentuk Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) kurang lebih setahun lalu.
AKSI terbentuk secara sah dan berbadan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM, yang mana juga diikuti oleh para pencipta lagu lain. Ada Badai eks Keripastih, Piyu Padi Reborn, Rieka Roeslan, Dewi Lestari, dan musisi lainnya.
Piyu sebagai Ketua Umum AKSI saat ini sedang mengusulkan Digital Direct License (DDL) sebagai solusi untuk transparansi royalti performing rights.
Disarikan dari pernyataan Piyu di kanal Youtube AKSI TV yang diunggah Selasa (11/3/2025) begini perjalanan dan alasan diajukan DDLÂ :
1. Pengumpulan dan pendistribusian royalti sebelumnya dilakukan oleh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Kemudian berpindah ke Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Namun penghitungannya jadi tidak transparan.
2. AKSI kemudian melayangkan somasi ke LMKN guna mendapat penjelasan tentang cara penghitungan royalti hingga masuk rekening pencipta lagu. Sayangnya, komunikasi antar lembaga itu ternyata tidak menjamin jawaban pasti. Piyu menyebut, jawaban LMKN belum menjawab pertanyaan-pertanyaan soal jalannya perhitungan royalti.
3. AKSI mengusulkan Digital Direct License (DDL) adalah solusi inovatif untuk memastikan transparansi royalti performing rights dalam pertunjukan konser musik dan live event di Indonesia.
4. DDL merupakan sebuah platform dengan ekosistem musik yang terdiri dari penyanyi, pencipta lagu, penyelenggara acara.
5. Contoh : sebuah acara di Istora Senayan. Penyelenggara mengajukan izin ke penyanyi/artisnya. Ketika notifikasi masuk ke penyanyi otomatis juga masuk ke notifikasi pencipta lagu. Royalti diusulkan sebesar 10 persen dari honor penyanyi.
6. Siapa yang dibebankan royalti? Piyu menyebut, royalti dibebankan ke pihak penyelenggara. Anggaran perlu masuk ke dalam rancangan biaya yang diajukan. Jadi rinciannya memasukkan rincian add cost talent (lisensi) dalam honor artist.
7. Perhitungannya, jika membawakan 10 lagu dari 10 pencipta. Maka otomatis 10 persen dibagi 10.
Dengan sistem ini, distribusi royalti menjadi transparan dan realtime.
Dalam video ini, Piyu menegaskan DDL hanyalah opsi. Pada praktiknya dipersilakan memilih blanket license melalui LMKN ataupun menggunakan hibryd license melalui DDL.
(*)
