Linikaltim.id.JAKARTA.Kementerian Sosial (Kemensos) berencana melelang barang-barang yang menumpuk di Gudang Hadiah Tak Tertebak (HTT) yang lelangnya akan digelar awal 2025 ini.
Taksiran harga barang yang tersimpan di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata itu mencapai Rp18 miliar lebih.
Salah satu barang mewah yang akan dilelang adalah mobil mewah Rolls-Royce. Mobil ini pernah menjadi hadiah undian Batik Air. Namun pemenang tak kunjung menjemput mobil tersebut.
“2016, Batik Air terbang, pulang bawa ini (Rolls-Royce), tapi ternyata enggak ada yang ambil,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang dikenal Gus Ipul ini pada Senin (30/12/2024).
Kemensos menduga pemenang mobil Rolls-Royce tersebut tak mengambil hadiah undian karena harus membayar pajak yang dananya mungkin tidak siap.
Mobil ini pernah dilelang dua kali. Gus Ipul menyebut, Rolls-Royce itu senilai awal Rp8,3 miliar.
“Ternyata dilelang, enggak ada yang beli juga. Setelah itu (dua kali lelang,red.) belum dilelang lagi. Coba itu kita lelang,” katanya.
Lebih lanjut, Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih mengatakan, barang-barang yang disimpan di Gudang HTT merupakan hadiah tidak tertebak atau hadiah yang tidak diambil pemenangnya. Saat penentuan pemenang, pemenang bersangkutan tidak mengklaim hadiah tersebut.
“Atau dihubungi terus menerus, dia tidak mengambil barang tersebut. Sehingga secara aturan, regulasi Permensos Nomor 3 Tahun 2024 itu sendiri diserahkan ke Kemensos,” kata Mira.
Ia mengatakan pada 2023, Kemensos sempat melelang mobil Mercy dengan nilai Rp260 juta. Sementara, untuk mobil Rolls-Royce sudah dua kali dilelang.
“Pertama di Rp6 miliar tapi belum ada peminat, tahun 2020 kemarin sudah Rp3,6 miliar tapi belum ada peminat, dan ini akan segera dilakukan pelelangan kembali,” katanya.
Mira menjelaskan HTT juga ada yang berupa barang habis pakai atau ada kadaluarsa seperti voucher, makanan, hingga kosmetik. HTT kategori habis pakai segera disalurkan kepada masyarakat.
“Yang dilelang adalah barang-barang yang dianggap barang mewah yang tidak bisa disalurkan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menyebutkan barang mewah yang akan dilelang misalnya tas Louis Vuitton, emas batangan, logam mulia dan jam tangan mewah.
“Totalnya sekitar Rp18 miliar, total keseluruhan logam mulia dengan emas adalah Rp3 miliar, dan ini disimpan di safety box mandiri kalau untuk emas, biar lebih aman, tidak di sini,” katanya.
Mira mengatakan hasil lelang akan masuk ke kas negara. Lalu Kemensos akan menyalurkannya untuk dana hibah dalam negeri.
“Masuk di dalam PNBP pungutan negara bukan pajak, setelah itu kita bisa mengajukan untuk program-program Kemensos, karena itu masuk ke dalam DIPA Kemensos,” pungkasnya. (*)
