Linikaltim.id. SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda mendorong pemerintah kota (pemkot) memperkuat layanan transportasi umum dengan menerapkan skema buy the service (BTS).
Sistem tersebut dinilai dapat membuat pemerintah lebih fokus sebagai regulator, sementara operasional transportasi massal diserahkan kepada pihak ketiga.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang lebih dahulu menerapkan sistem tersebut.
Menurut dia, kondisi jalan dan karakteristik perkotaan di daerah tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Samarinda. Karena itu, alasan keterbatasan kondisi jalan dinilai bukan menjadi hambatan untuk mulai mengembangkan transportasi massal.
“Kami sudah studi banding ke Batam dan Banjarmasin. Di sana sistemnya sudah berjalan dengan buy the service. Banjarmasin kondisinya juga tidak jauh berbeda. Jalan yang kecil-kecil juga ada, tetapi transportasi massal tetap bisa berjalan,” ujar pria yang akrab disapa Bang Aan itu.
Ia mengatakan DPRD menargetkan pengembangan transportasi umum mulai diarahkan pada 2027.
Untuk tahap awal, pemerintah direncanakan menguji dua trayek dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp30 miliar per tahun. Satu trayek diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar per tahun.
Anggaran tersebut mencakup kebutuhan operasional dan layanan yang nantinya dapat dikelola pihak ketiga.
Politikus Partai Demokrat itu menilai besaran anggaran tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan anggaran daerah. Terlebih manfaat transportasi umum akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kalau bicara pelayanan kepada masyarakat, jangan selalu berpikir untung dan rugi. Kesehatan, pendidikan, dan transportasi juga merupakan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Bang Aan menyebut dua trayek awal nantinya dapat dikembangkan secara bertahap, termasuk trayek yang mengarah ke kawasan Lempake. Penambahan halte juga dinilai dapat dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Dalam jangka panjang, saya ingin transportasi massal yang nantinya terealisasi dapat mengurangi kemacetan dan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi,” tutupnya. (adv/dprdsmr)






