Maswedi Soroti Insiden Security dan Wartawan, Pers Harus Diberi Ruang

Maswedi, anggota DPRD Samarinda. (Foto dok.)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Maswedi, menyayangkan insiden yang melibatkan security dan awak media saat melakukan peliputan di kawasan Pasar Pagi, beberapa waktu lalu.

Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu mengatakan, media memiliki peran penting sebagai sarana masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai berbagai kondisi di daerah.

Bacaan Lainnya

Maswedi menilai keberadaan awak media dalam menjalankan tugas jurnalistik perlu dihormati. Terlebih ketika peliputan dilakukan di tempat yang menjadi perhatian publik.

“Sebenarnya sangat disayangkan adanya peristiwa seperti itu. Media ini juga sebagai sarana masyarakat untuk mendapatkan informasi secara luas,” kata Maswedi, ditemui di kantor DPRD Samarinda, Kamis (13/08/2026).

Ia mengatakan tidak ada persoalan apabila suatu lokasi memang memiliki aturan khusus atau area yang dilarang untuk diliput.

Namun, menurutnya, situasi di Pasar Pagi berbeda karena merupakan fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.

Terlebih, Pasar Pagi merupakan pasar baru yang masih menarik perhatian masyarakat.

“Apalagi ini pasar baru, pasar yang baru dibangun. Masyarakat mungkin ada yang belum berkunjung dan ingin tahu kondisi di sana,” katanya.

Seperti yang diharapkan, Pasar Pagi baru harusnya menjadi destinasi belanja yang semakin ramai. Pemberitaan diharap mampu menarik perhatian para pengunjung.

Maswedi juga mengapresiasi langkah Wali Kota Samarinda Andi Harun yang telah menyampaikan permintaan maaf terkait tindakan security tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Menurutnya, setiap pihak perlu memahami posisi dan tugas masing-masing. Awak media membutuhkan ruang untuk menjalankan fungsi jurnalistik, sementara petugas keamanan juga memiliki tanggung jawab menjaga kondisi di lokasi.

Maswedi menegaskan, kebebasan pers tetap harus mendapat ruang selama kegiatan jurnalistik dilakukan sesuai aturan.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak agar hubungan antara media, petugas keamanan, pemerintah, dan masyarakat dapat berjalan lebih baik ke depannya. (adv/dprdsmr)

Pos terkait