Penjualan Elpiji Subsidi, Kuota untuk Warga Miskin Diutamakan
Linikaltim.id SAMARINDA. Perlahan tapi pasti, kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram (kg) mulai tertangani. Namun, butuh penyelesaian jangka panjang agar masalah tersebut tak terulang.
Upaya itu dilakukan Pemkot Samarinda saat ini, mengatur jual-beli elpiji bersubsidi. Usulan pemkot adalah membeli elpiji dengan kartu khusus. Kartu khusus itu diberikan hanya ke warga yang masuk kategori miskin. Upaya tersebut diamini PT Pertamina.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Marnabas Patiroy menjelaskan, rapat koordinasi terkait kelangkaan elpiji 3 kg sudah dilaksanakan, Selasa (11/6/2024). “Pertamina mendukung upaya Pemkot Samarinda mengatur tata niaga elpiji 3 kg,” ujarnya.Khususnya bagi warga miskin yang tercatat di sistem social security number (SSN), dan telah diverifikasi per kecamatan dan kelurahan. Penggunaan kartu tersebut bakal diuji di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. “Dari data yang ada, Bukit Pinang ada 226 warga miskin dengan lima pangkalan gas elpiji. Merujuk data TKSK, biasanya kebutuhan elpiji keluarga miskin 3–5 tabung,” sebutnya.
Selain itu, distribusi elpiji melon setiap pangkalan akan diawasi. Data pembeli bakal sampai ke tiap pangkalan terdekat dari rumah warga miskin. Nantinya akan kembali berkoordinasi antara Hiswana Migas dan Pertamina terkait persiapannya. “Uji coba kartu akan dilakukan pekan keempat Juni ini,” tuturnya.
Hal tersebut akan dibahas kembali dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun guna memastikan tidak menimbulkan hal-hal yang bersifat negatif. Termasuk berkoordinasi dengan bagian hukum pemkot, apakah nantinya dituangkan dalam SK wali kota untuk landasan hukum. “Hanya ingin memastikan jatah orang miskin tidak diganggu gugat,” tegasnya.
Sebelum pelaksanaan nantinya, sambung Marnabas, pihaknya akan menyampaikan kebijakan itu dan mengundang masyarakat untuk menjelaskan mekanismenya, termasuk peran pangkalan dan agen dalam alur distribusi. Namun, jatah gas elpiji 3 kg boleh dibeli per minggu. “Kalau jatah enggak diambil, ya hangus,” jelasnya. Dia berharap kebijakan itu dapat mengatasi kelangkaan elpiji 3 kg di Samarinda.
“Sudah bekerja keras menangani masalah itu (elpiji melon). Diskominfo, Dinas Sosial, dan kelurahan harus berkolaborasi,” pungkasnya. (redaksi)






