Ananda Emira Moeis Ungkap Alasan Rendi Solihin Gantikan Edi Damansyah sebagai Ketua PDIP Kukar

Linikaltim.id. BALIKPAPAN— Struktur kepengurusan PDI Perjuangan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami perubahan signifikan. Dalam Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Kaltim di Balikpapan, Senin 8 Desember 2025, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP Kukar, menggantikan Edi Damansyah yang telah memimpin DPC tersebut selama beberapa periode.

Keputusan tersebut merupakan hasil proses penjaringan internal partai dan penetapan final oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Mantan Bupati Kukar Edi Damansyah tidak meninggalkan struktur organisasi. Ia justru mendapat mandat baru sebagai Bendahara DPD PDIP Kaltim, naik dari kepengurusan tingkat kabupaten ke provinsi.

Bacaan Lainnya

Sekretaris DPD PDIP Kaltim Ananda Emira Moeis menegaskan bahwa perubahan di Kepengurusan DPC Kukar bukan sekadar rotasi politik, melainkan bagian dari strategi konsolidasi besar PDIP di Kalimantan Timur.

“Semuanya ada perhitungannya ya. Ada dimulai dari penjaringan, masukan dari Pengurus Anak Cabang (PAC), Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Seperti itu. Dan dilihat juga dari hasil Pileg dan Pilpres dan juga Pilkada 2024 kemarin. Yang mana menghasilkan seperti ini,” ujar Ananda.

“Jadi kita mengikuti keputusan dari di DPP Partai yang pastinya sebuah keputusan itu tidak mungkin keputusan yang tanpa pertimbangan yang tidak matang. Saya pikir dengan pertimbangan yang sangat matang untuk bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi ke depannya,” tambahnya lagi.

Ananda menyebut pergantian kepemimpinan di Kukar juga selaras dengan upaya partai memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda dalam kepemimpinan struktural.

“Banyak kabupaten atau kota kini diisi generasi muda. Hal ini penting karena cabang memiliki wilayah teritorial langsung, sehingga harus diperkuat agar partai semakin dekat dengan rakyat,” katanya.

Rendi, yang kini menjabat Wakil Bupati Kukar, dinilai memiliki kedekatan kultural dengan masyarakat dan kapasitas politik untuk memperluas basis PDIP di daerah yang menjadi salah satu lumbung suara di Kaltim tersebut.

Kenaikan posisi Edi Damansyah ke tingkat provinsi juga dianggap strategi memperkuat manajemen partai. Bersama Ketua DPD Kaltim Safaruddin dan Sekretaris Ananda Emira Moeis, ia diharapkan membentuk poros kepemimpinan solid menuju Pemilu 2029.

“Hari ini beliau (Edi Damansyah) didaulat oleh DPP untuk menjadi bendahara DPD PDIP Kaltim. Naik dari Kabupaten Provinsi. Ya, mudah-mudahan dengan tiga pimpinan ini dengan semua seluruh jajarannya. Jadi perjuangan bisa lebih baik lagi dibanding di 2024. Bisa lebih kuat, lebih tangguh,” ucap Ananda.

Selain penetapan pengurus, Konferda dan Konfercab juga membahas arah kebijakan politik PDIP Kaltim ke depan. Isu kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar, dikatakan Ananda, menjadi fokus utama program partai di daerah dan akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) mendatang.

“Tujuan berpartai adalah menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Jika itu tercapai, maka itu sudah sangat luar biasa bagi PDI Perjuangan,” kata Ananda.

Pos terkait