DPMD Kukar Bangun Budaya Kerja Religius Lewat Program GEMA

BUUDAYAKAN: Program GEMA yang dijalankan di Kantor DPMD Kukar. (ist)
BUUDAYAKAN: Program GEMA yang dijalankan di Kantor DPMD Kukar. (ist)

Linikaltim.id KUTAI KARTANEGARA. Dalam upaya memperkuat budaya kerja yang religius dan berintegritas, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggiatkan program Gerakan Etam Mengaji (GEMA).

Kepala DPMD Kukar Arianto menyebut, GEMA telah menjadi bagian penting dalam penguatan karakter pegawai.

Bacaan Lainnya

“Sejak diluncurkan pada 2021, program tersebut menjadi sarana pembinaan spiritual bagi ASN dan tenaga honorer guna membentuk pribadi yang berakhlak dan berintegritas,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (14/6/2025).

Fokus utama dari GEMA adalah meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan pegawai sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam keseharian di tempat kerja.

Untuk itu, DPMD Kukar menyediakan guru pendamping khusus bagi mereka yang belum lancar membaca Al-Qur’an maupun yang kesulitan dalam tajwid.

“Dengan pendekatan personal, setiap ASN memiliki kesempatan belajar mulai tingkat dasar hingga mahir,” jelas Arianto.

Langkah awal dalam pelaksanaan program itu adalah pemetaanLinikaltim.id membaca Al-Qur’an di kalangan ASN dan honorer.

Hasil pemetaan tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan materi pembinaan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

“Setelah itu, kami buatkan program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” tambahnya.

Tak hanya individu, pendekatan kolektif juga diterapkan. Setiap bidang dan subbagian di DPMD Kukar diberi target menyelesaikan lima juz dalam waktu enam bulan. Dengan sistem ini, satu kali khataman bersama dapat tercapai dalam satu semester.

“Target kami adalah dua kali khataman dalam setahun. Jadi semangat mengaji ini terus terjaga, dan bisa menjadi bagian dari budaya kerja yang positif,” kata Arianto.

Program itu terbuka dan berkelanjutan, serta diharapkan menjadi penopang utama dalam membentuk integritas ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.

“Target kami bukan hanya bisa membaca, tapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan moral dalam bekerja,” tutup Arianto. (Adv/DPMD Kukar)

Pos terkait