Pemangkasan Belanja Daerah Samarinda Jadi Contoh Efisiensi Anggaran

(Foto : Eko Setyo)

Linikaltim.id. SAMARINDA. Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Samri Shaputra, mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjadi percontohan. Bahkan awal Mei lalu bahkan DPRD Samarinda menerima kunjungan kerja (kunker) DPRD Kabupaten Pinrang.

Dalam pertemuan tersebut, Samri memaparkan strategi efisiensi yang telah diterapkan di lingkungan Pemkot Samarinda, termasuk di lembaga legislatif.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, efisiensi anggaran yang dilakukan cukup signifikan, mencapai 50 persen.

“Kami bersama dinas terkait telah memangkas anggaran. Terutama pada pos perjalanan dinas, alat tulis kantor (ATK), konsumsi, dan kegiatan-kegiatan yang dinilai tidak berdampak langsung kepada masyarakat,” kata Samri Shaputra di Kantor DPRD Samarinda, Rabu (7/5/2025).

Ia menegaskan bahwa efisiensi ini tidak hanya menyasar kegiatan DPRD semata. Namun berlaku secara menyeluruh di seluruh struktur pemerintahan kota.

“Pemangkasan ini bukan hanya di DPRD, tapi di semua kegiatan Pemerintah Kota Samarinda. Kami di DPRD juga kena imbasnya, karena kami juga bagian dari sistem anggaran itu,” tambahnya.

Kunjungan kerja DPRD Kabupaten Pinrang, bertujuan untuk mempelajari pola efisiensi anggaran yang diterapkan di Samarinda. Mereka tertarik bagaimana pengambilan keputusan efisiensi itu dilakukan serta mekanisme pembahasannya di DPRD.

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan bahwa setiap bentuk efisiensi dan pergeseran anggaran harus dibahas dan disepakati kembali oleh DPRD. Karena hal tersebut menyangkut batang tubuh APBD yang merupakan produk hukum.

“Kalau ada perubahan, tidak bisa dilakukan sepihak. Harus dibahas ulang dan disepakati bersama DPRD, karena ini sudah jadi dokumen hukum,” katanya.

Dengan terbukanya informasi tersebut, DPRD Samarinda berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan efisiensi anggaran yang tidak hanya berdampak pada penghematan. Tetapi juga peningkatan efektivitas program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. (adv/her)

Pos terkait