Linikaltim.id. SAMARINDA. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda menyoroti kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga yang dinilai belum optimal dalam memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kontribusi ke PAD sekitar Rp500 juta. Itu masih sangat jauh dari ekspektasi kami,” kata Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, di kantor DPRD Samarinda, diwawancarai akhir April.

Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa sejumlah unit usaha yang berada di bawah pengelolaan Varia Niaga, seperti kafe dan wahana jet ski, ternyata dikerjasamakan dengan pihak swasta.
“Kami kira dikelola penuh, ternyata dikerjasamakan. Dan mereka hanya mendapat bagi hasil sekitar 10 persen. Ini kecil sekali,” beber politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Menurutnya, skema kerja sama tersebut perlu dievaluasi karena berpotensi mengurangi pendapatan.
“Mestinya bisa dikelola sendiri agar keuntungannya maksimal. Kalau hanya 10 persen dari keuntungan bersih, tentu ini jadi catatan dalam tata kelola manajemen,” jelasnya.
Ia menilai rendahnya kontribusi Varia Niaga sebagai penambah PAD, kemungkinan dipengaruhi oleh pola pengelolaan usaha yang belum optimal.
“Ke depan ini harus dibahas lagi. Kalau dikelola sendiri, potensi pendapatannya bisa jauh lebih besar,” pungkasnya. (adv/dprdsmr)






